Breaking News:

Keberadaan Eceng Gondok Masih Menjadi Teror Menakutkan Bagi Petani Ikan di Cianjur

Eceng gondok masih menjadi teror menakutkan bagi para petani ikan di genangan Cirata, Cianjur.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Keberadaan eceng gondok di perairan Cirata yang sudah empat tahun dan memerlukan solusi tepat karena memberikan kerugian kepada petani ikan. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Eceng gondok masih menjadi teror menakutkan bagi para petani ikan di genangan Cirata, Cianjur.

Keberadaannya seringkali membuat kebangkrutan para petani karena banyak ikan yang mati akibat suplai oksigen dan sinar matahari yang tertutup oleh eceng gondok.

Sudah empat tahun keberadaan eceng gondok di perairan Cirata ini memerlukan solusi yang tepat.

Efek domino dari pencemaran ini berimbas pada kualitas air Cirata yang berakhir di generator Pembangkit Jawa Bali yang sering rusak.

Ade Mulyana (36) seorang petani ikan di Kampung Cadas Gantung, Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mengatakan, keberadaan eceng gondok kalau dihitung sudah empat tahun.

"Kerja bakti sering dilakukan tapi kondisinya masih seperti ini," ujar Ade, Selasa (28/9/2021) sore.

Ade mengatakan, tak hanya di wilayah Kecamatan Mande, keberadaan eceng gondok juga mengganggu petani ikan di wilayah Cilingcing, Kecamatan Ciranjang, sampai dengan Blok Babakan Garut dan wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Fenomena arus memutar eceng gondok yang datang dari Citarum sempat viral di media sosial karena membentuk lingkaran dengan bagian tengah air yang bulat, Senin (27/9/2021).

Video tersebut sempat beredar di media sosial, namun pesan yang tersirat seperti ingin menyampaikan bahwa eceng gondok kembali banyak di perairan Cirata.

Faris Al Rasyid selaku supervisor waduk hidrologi dan sedimentasi Pembangkit Jawa Bali (PJB) mengatakan, pihaknya sudah meminta para petani ikan untuk berinisiatif membersihkan eceng gondok di sekitar lokasi tempat jaring apung.

"Personel kami terbatas, tentu kami membutuhkan kerja sama dengan para petani ikan, minimal di sekitar lokasi tempat di mana mereka memelihara ikan," kata Faris. (fam)

Baca juga: Kecelakaan di Nagreg, Butuh Waktu Tiga Jam untuk Evakuasi Satu Korban yang Terjepit

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved