Breaking News:

Ubah Sampah Jadi Berkah, Gerakan Sedekah untuk Beli Ambulans Gagasan Pemuda Cimanggung Sumedang

Sampah yang disedekahkan ke SSTB beragam jenisnya. Mulai dari kardus bekas, dispenser rusak, kaleng-kaleng, barang-barang berbahan plastik, dan lainny

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Pemuda di Cimanggung Sumedang membuat gerakan Sedekah Sampah Tanpa Batas (SSTB). Menjemput sampah dari rumah-rumah warga dan menjualnya untuk membeli ambulans. 

Para anggota, semuanya pemuda. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa, sisanya pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Demi menutupi ongkos operasional kerelawanan, yang harus lintas daerah mengikuti lokasi peristiwa bencana, ide untuk mencari tambahan biaya itu diwujudkan dalam sedekah sampah.

Namun, inisiatif orang-orang muda ini tidak terhenti pada operasional organisasi saja. Mereka ingin berbakti lebih banyak untuk masyarakat.

"Siapa sangka dari gerakan ini bisa terbeli ambulans untuk dipakai oleh masyarakat yang betul-betul membutuhkan kendaraan itu," kata Deki.

SSTB terlebih dahulu menjalin kerjasama dengan pengepul sampah di daerah Cihanjuang. Pengepul itu yang siap menampung barang bekas yang dikumpulkan SSTB.

Rata-rata, sampah yang terkumpul di dalam program yang sudah berjalan nyaris dua bulan itu, dijual Rp 5ribu per kilogram. Dalam kurun waktu tersebut, sudah terkumpul sekitar 500 kilogram sampah.

Baca juga: Naskah Singkat Khotbah Idul Adha Tema Makna Berkurban dan Sedekah di Tengah Paceklik Wabah Corona

"Kami tidak menumpuk sampah di sekretariat. Jika pagi hari ada operasi menarik sedekah sampah, pada siang menjelang sore, sampah-sampah itu sudah diangkut ke tempat pengepul," katanya, seraya menyebut gerakan itu berslogan "rubah sampah menjadi berkah".

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved