Sabtu, 2 Mei 2026

Pesan AH Nasution di Makam Putrinya, Ade Irma Suryani Korban G30S, 'Gugur Sebagai Perisai Ayahmu'

Ade Irma Suryani merupakan putri bungsu Jenderal AH Nasution yang gugur setelah tertembak pada malam kelam peristiwa G30S.

Tayang:
Editor: Widia Lestari
Kolase Tribun Jabar/Facebook Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution
Ade Irma Suryani 

TRIBUNJABAR.ID - Sosok Ade Irma Suryani merupakan putri bungsu Jenderal AH Nasution yang gugur setelah tertembak pada malam G30S.

Saat kejadian, Ade Irma masih berusia 5 tahun. Anak kecil itu harus melewati kejadian menyakitkan karena Gerakan 30 September.

Lokasi makam Ade Irma Suryani berada di area kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jalan Raya Prapanca Raya Nomor 9, RT 01 RW 01, Petogogan, Kebayoran Baru.

Menurut TribunJakarta.com, saat memasuki area makam tersebut, sebuah monumen yang tinggi dan megah bakal menyambut.

Deretan Ucapan atau Kata-kata untuk Mengenang Pahlawan Revolusi yang Gugur di Peristiwa G30S/PKI

Di setiap sisi monumen berwarna abu-abu itu, tertempel foto-foto Jenderal Nasution kala bertugas bersama beberapa tokoh negara.

Ke arah selatan dari monumen tersebut, ada makam Ade Irma Suryani.

Di sekitar area makam itu, terdapat pohon tinggi yang daunnya rimbun.

Makam tersebut dihiasi batu marmer berwarna hitam.

Di tengahnya, ada papan nisan berwarna putih.

Pada makam tersebut, terdapat kata-kata atau pesan dari Jenderal AH Nasution untuk anak tercintanya itu.

Makam Ade Irma Suryani di kompleks kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (1/9/2018).
Makam Ade Irma Suryani di kompleks kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (1/9/2018). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

"Anak saja jang tertjinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ajahmu," tulis pesan itu dalam ejaan lama.

Di tahun-tahun sebelumnya, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober, bakal dilakukan prosesi tabur bunga di makam Ade Irma Suryani.

Proses tabur bunga dilakukan oleh pejabat Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Dalam sebuah wawancara, Hendrianti Sahara Nasution atau Yanti yang merupakan kakak kandung dari Ade Irma pernah menceritakan detik-detik peristiwa mencekam yang menyebabkan adiknya terbunuh.

Saat malam 1 Oktober dini hari itu, Ade Irma tengah tertidur bersama kedua orangtuanya, AH Nasution dan Johanna Sunari.

Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani, Jejak Tragedi G30S/PKI, Ada Ruangan yang Tak Boleh Difoto

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved