Breaking News:

Desa Nasol Ciamis Rawan Longsor, Warga Diimbau Keringkan Kolam dan Lahan Basah

Air dalam kolam tidak hanya membuat beban material tebing menjadi berat, tetapi juga memungkinkan masuknya massa air ke dalam tanah

Penulis: Andri M Dani | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Andri M Dani
Runtuh – Pagar dan tembok penahanan tebing (TPT) halaman Masjid Al Barokah di Dusun Sigung I Rt 33 Rw 12 Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Ciamis runtuh menimpa rumah Mak Iti (65) saat hujan lebat mengguyur Sabtu (25/9) pukul 17.15 sore. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Tapi pengajian yang sedang berlangsung pun bubar dengan spontan 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Terjadinya 15 titik longsor yang tersebar di 7 dusun di Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Ciamis, Sabtu (25/9/2021), sore dipicu turunnya hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pukul 15.00 WIB.

Dikhawatirkan terjadi bencana susulan tak hanya kalau hujan intensitas tinggi turun kembali. Juga lantaran masih banyaknya lahan basah seperti kolam dan sawah yang berlokasi di atas tebing.

Seperti sejumlah kolam yang berada di samping Masjid Al Barokah di Dusun Sigung I Rt 33 RW 12 yang masih tergenang air. Pagar dan tembok penahan tebing halaman masjid tersebut runtuh menimpa bagian belakang rumah warga, Sabtu (25/9) pukul 17.15 sore.

Baca juga: Longsor Kepung Desa Nasol Ciamis, Ada di 15 Titik Longsor di 7 Dusun, Warga Terpaksa Mengungsi

“Dari dulu kami dan pihak-pihak yang bergelut di bidang penanggulangan kebencanaan senantiasa mengingatkan agar lahan basah terutama kolam untuk dikeringkan,” ujar Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Ciamis, Ade Waluya kepada Tribun di lokasi bencana longsor di Desa Nasol Minggu (26/9/2021) siang.

Keberadaan lahan basah seperti air dalam kolam tidak hanya membuat beban material tebing menjadi berat, tetapi juga memungkinkan masuknya massa air ke dalam tanah membuat tanah semakin gembur dan lepas dari bidang gelincir yang dapat memicu terjadinya longsor atau gerakan tanah.

“Makanya kami mengimbau warga untuk mengeringkan kolam terutama yang berada di di pemukiman,” katanya.

Terutama di lokasi-lokasi yang terjadi longsor di 15 lokasi Sabtu (25/9) sore.

Menyusul terjadinya longsor di 15 titik secara sporadis di 7 dusun di Desa Nasol Sabtu (25/9) petang, menurut Ade Waluya, FK Tagana Ciamis telah menurunkan 10 orang relawan ke lokasi kejadian sejak Sabtu (25/9) malam dan berlanjut Minggu (26/9).

Baca juga: Longsor Landa Desa Nasol Ciamis, Pagar dan TPT Masjid Roboh, Jemaah Pengajian Berhamburan Keluar

Bersama warga, TNI/Polri dan relawan lainnya melakukan evakuasi material longsor, menyingkirkan dan memotong pohon-pohon yang terbawa longsor.

Dan mengingatkan warga untuk waspada terlebih bila hujan turun dengan intensitas sedang apalagi tinggi dalam durasi yang lama.

Dan Desa Nasol merupakan daerah yang rawan terjadi bencana longsor maupun gerakan tanah terutama pada musim hujan. Tofografinya berada di lereng tebing di kaki Gunung Sawal

Baca juga: Longsor Mulai Terjadi di Sukabumi, Tebing Ambrol Timpa Rumah Warga Tadi Malam

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved