Breaking News:

MIKTI Gagas Startup Merdeka Untuk Pandu Mahasiswa Agar Berinovasi Manfaatkan Teknologi

Masyarakat Industri Kreatif Digital Indonesia (MIKTI) Merancang Startup Merdeka untuk memandu mahasiswa mempraktikan pengembangan inovasi teknologi.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Capture Webinar
Webinar yang digelar Mikti membahas pendampingan mahasiswa untuk jadi wirausahawan dengan memanfaatkan teknologi. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Masyarakat Industri Kreatif Digital Indonesia (MIKTI) Merancang Startup Merdeka untuk memandu mahasiswa mempraktikan pengembangan inovasi teknologi.

Panduan Starup Merdeka untuk mahasiswa itu meliputi tahap validasi permasalahan, rumusan ide solusi, validasi target pasar dan pengembangan prototipe produk versi awal.

Ketua Umum MIKTI Joddy Hernady mengatakan, kampus berperan melahirkan pengusaha startup. Starup merdeka ini, selain sebagai panduan bagi mahasiswa untuk sedini mungkin jadi pengusaha starup dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapat di kampus.

"Karena itulah pengenalan metode pengembangan inovasi sedini mungkin mutlak diperlukan agar lulusan kampus dapat lebih siap terjun ke industri, baik sebagai profesional maupun wirausahawan," kata Joddy dalam webinar yang digelar pada Jumat (24/9/2021).

Joddy optimistis program 'Startup Merdeka' mampu merangsang mahasiswa untuk terus berinovasi. Apalagi, saat ini, sudah banyak contoh rintisan startup yang sukses di dalam negeri.

Baca juga: Ingin Memulai Bisnis Baru? Cari Tahu Bagaimana Startegi Startup Kembangkan Usahanya, Ini Kata MIKTI

"Berbagai usaha rintisan digital lokal yang menjelma menjadi raksasa teknologi seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka tak lepas dari kehadiran talenta-talenta yang kompeten dari bangku kuliah," katanya.

Mikti menggandeng perusahaan teknologi ZTE dalam menjalankan Startup Merdeka ini dengan menggunakan platform khusus.

Hal ini sejalan dengan hadirnya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

"Startup Merdeka ini akan memfasilitasi mahasiswa untuk mempelajari sejumlah metodologi inovasi yang sudah diterapkan secara luas di tingkat global," ujarnya.

Adapun dalam Startup Merdeka ini, mahasiswa akan menjalani perkuliahan selama 20 SKS dalam 14-16 pekan, didampingi para mentor yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di berbagai bidang startup dan proses inovasi berbasis teknologi.

"Startup Merdeka akan memfasilitasi mahasiswa sebagai calon pendiri startup untuk memulai langkah lebih dini sejak bangku kuliah," kata dia.

Saat ini, menurutnya terdapat 110 mahasiswa yang siap memulai perjalanannya sebagai startup founder maupun profesional di industri inovatif yang berasal dari berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Sulawesi.

"Saat kick off program ini secara virtual (Rabu, 15 September), dihadiri oleh seluruh peserta, dosen perwakilan dari perguruan tinggi peserta berasal, serta MIKTI selaku pengelola program dan ZTE selaku sponsor program," ujarnya.

Sejumlah perguruan tinggi mengharapkan kerjasama berkelanjutan dengan MIKTI untuk lebih
mengembangkan program sejenis di kampusnya sehingga dapat memfasilitasi lebih banyak mahasiswa yang tertarik pada bidang inovasi teknologi dan startup.

"Program ini telah dirancang agar sesuai dengan ketentuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sehingga memudahkan kami (pihak kampus) untuk melakukan konversi SKS sesuai panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved