Breaking News:

Nilai Seleksi PPPK Guru Honorer Berusia 58 Tahun ini di Atas Passing Grade, Namun Belum Tentu Lolos

Nilai seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Sutardi, seorang guru honorer berusia 58 tahun di atas passing grade.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar / Firman Suryaman
Sutardi (58), guru honorer selama 20 tahun berpenghasilan Rp 250 ribu saat nyambi jadi tukang jahit di Tasikmalaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRUBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Nilai seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Sutardi, seorang guru honorer berusia 58 tahun di atas passing grade.

Sutardi adalah guru SD Timuhegar, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, yang mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 2003.

Walau masa kerjanya hanya tinggal dua tahun lagi, Sutardi tetap semangat mengikuti seleksi PPPK Kabupaten Tasikmalaya.

"Hasil tes seleksi saya di atas passing grade. Meski begitu belum diketahui apakah lulus atau tidak," kata Sutardi yang dihubungi, Kamis (23/9).

Ia menyebutkan, walau ia memiliki nilai tes di atas passing grade bisa saja tidak lulus jika banyak nilai peserta yang juga di atas passing grade.

"Misal nilai saya adalah tujuh. Passing grade enam. Tapi banyak yang memiliki nilai tujuh atau delapan, sudah jelas saya akan tersingkir," ujar Sutardi.

Namun begitu Sutardi tak berkecil hati. Ia mengaku masih berharap bisa lolos sebagai tenaga PPPK.

"Saya masih punya tanggungan anak yang saat ini baru duduk di kelas IV SD. Siapa tahu ada nasib baik buat saya," kata Sutardi.

Untuk menghidupi istri dan empat anaknya, Sutardi selama ini menjadi penjahit pakaian.

Honor yang ia terima sebegai guru honorer hanya Rp 250.000 per bulan. 

Sementara pengumuman hasil seleksi tenaga PPPK sedianya diumumkan Kamis (23/9) ini. Namun ternyata diundur pemerintah pusat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved