Mesin Sering Rusak, Kolam Jaring Apung di Waduk Cirata Maksimal 7.200 Untuk Tiga Kabupaten

Mesin pembangkit listrik Jawa Bali di Waduk Cirata sering rusak karena korosi dan pencemaran.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Mega Nugraha
ISTIMEWA
Sebuah kolam jaring apung (KJA) di Waduk Cirata wilayah Desa Tegaldatar, Maniis, Purwakarta terbakar, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Mesin pembangkit listrik Jawa Bali di Waduk Cirata sering rusak karena korosi dan pencemaran. Satu cara di antaranya dengan pemeliharaan kualitas air di genangan Waduk Cirata melalui penataan kolam jaring apung

Pemprov Jabar dalam surat keputusan yang baru menyatakan bahwa jaring apung yang diizinkan berada di perairan Waduk Cirata hanya 7.200 untuk tiga kabupaten yakni Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, dan Purwakarta.

Sementara saat ini kolam jaring apung yang berada di genangan Cirata jumlahnya sekitar 90 ribu.

Faris Al Rasyid selaku supervisor waduk hidrologi dan sedimentasi PJB mengatakan penertiban kolam jaring apung dilakukan untuk pemeliharaan yang akan menguntungkan kepentingan nasional dan petani juga.

Faris menyebut umur dari generator pembangkit Jawa Bali sering rusak karena korosi sedimentasi dan pencemaran lainnya.

Baca juga: Aset Tanah Bupati Kuningan Melesat Hingga Rp 15 Miliar, Tapi Kas Menyusut Tajam Tersisa Rp 30 Juta

"Jadi tujuannya menjaga bersama. Surat keputusan terakhir sebanyak 7.200 kolam jaring yang diizinkan," katanya saat melakukan pertemuan dengan petani ikan dan Satgas Citarum Harum di Cianjur.

Menurutnya, tahun lalu, yang diizinkan 12 ribu namun setelah ada kajian menjadi 7.200.

"Sudah ada kajian pantasnya seperti itu tapi tak langsung dilakukan serentak namun akan dilakukan secara bertahap, ini mata pencaharian masing-masing masyarakat, mungkin dari yang mangkrak dan tak aktif," katanya.

Petani ikan Cirata yang tergabung dalam kelompok petani kolam jaring apung (KPKJA) berharap penataan jaring apung dilakukan bertahap dan menyasar jaring yang tak aktif dan rusak terlebih dahulu.

Ketua KPKJA Cianjur Edi Supiandi mengatakan pihaknya siap bersinergi menyelesaikan permasalahan di kawasan Cirata.

"Selaku ketua KPKJA mewakili pelaku pembudidaya siap menjaga kebersihan untuk merawat lingkungan dan untuk ke depannya mengajak semua pihak yang memang usaha di Cirata bersama melakukan penanganan limbah," katanya.

Komandan Satgas Sektor 12 Citarum Harum Kolonel CZI Suyatrinu Wardedi mengatakan, banyak hambatan dan keluhan yang disampaikan pengelola aset pembangkit Jawa Bali terutama permasalahan soal mesin

"Dulu mesin generator bisa mencapai 20 tahun umur pakainya, namun Minggu lalu saya jalan ke PJB ada laporan beberapa mesin baru sudah mengalami kerusakan lagi karena sulfur dan korosi," katanya.

Pihaknya berharap PJB dan petani bisa sinergi untuk mengembalikan kualitas air Cirata sehingga kepentingan secara nasional dan usia pakai turbin listrik bisa lebih lama.

"Langkah pertama tetap melanjutkan pembersihan waduk dari limbah sampah dan eceng gondok yang secara sporadis tumbuh begitu cepat," katanya.

Ia mengatakan, program ke depan mencoba bersurat ke PJB untuk menangani penataan keramba yang sudah begitu banyak.

"Kondisinya sudah 93 ribu, menurut pergub yang baru seharusnya 7.200," katanya.(fam) 

--

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved