BUMD Jabar Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit Baru di Subang, Karawang dan Sukabumi
PT Jasa Sarana sudah bekerja sama dengan perusahaan dari Australia mengenai pembangunan tiga rumah sakit baru ini.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BUMD PT Jasa Sarana tengah memproses penugasan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membangun rumah sakit di sejumlah daerah.
Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan bersama Aspen Medical Australia sudah menuntaskan pembentukan perusahaan patungan bernama PT Sanusa Medical Hospitals.
“Sahamnya dimiliki Aspen Medical dan Jasa Sarana, pembentukannya 2 Agustus kemarin,” katanya saat dihubungi, Rabu (22/9/2021).
Menurutnya, seusai PT Sanusa Medical Hospitals (PT SMH) terbentuk, maka alur dan proses penugasan pembangunan rumah sakit yang diberikan pada pihaknya mulai bisa bergulir.
“Sekarang kami tengah melakukan penjajakan berbagai skema kerja sama dengan pemerintah daerah terutama terkait penyediaan lahan,” ujarnya.
Ada tiga daerah yang tengah dijajaki pihaknya yakni Kabupaten Subang, Karawang dan Sukabumi.
PT SMH sendiri menawarkan sejumlah kerjasama antara lain built operate transfer (BOT).
Dalam hal ini, pihaknya menyewa lahan pada daerah dengan jangka waktu tertentu kemudian membangun rumah sakit lalu menyerahkan pada daerah sebagai aset setelah kurun waktu kerja sama selesai.
“Kami sedang menyurati salah satu pemerintah daerah bisa tidak asetnya kami sewa, setelah 30 tahun kami serahkan bangunannya, setiap tahun kami bayarkan uang sewanya. Kami mencari skema yang terbaik karena lahan ini merupakan aset pemda,” katanya.
Opsi lain yakni pemilik lahan mengonversi lahan sebagai penyertaan modal agar ikut dalam porsi kepemilikan rumah sakit sejak awal. SMH juga sudah menyiapkan opsi beli atau pengadaan lahan sendiri untuk rumah sakit.
“Untuk lahan sendiri sedang dicari di lahan kawasan industri, kami sudah kontak kawasan industri di Karawang dan Bekasi, lagi survei lokasi juga,” ujarnya.
Hanif berharap skema BOT diambil daerah mengingat skema tersebut memberikan keuntungan pada daerah mulai dari pemasukan sewa per tahun hingga kepemilikan bangunan jika kerja sama telah selesai.
“Paling mudah itu beli lahan sendiri, tapi kami memikirkan skema terbaik bagi daerah,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dalam West Java Investment Summit 2020 lalu ada keberhasilan Jawa Barat menggaet Rp 14 triliun dana dari pihak ketiga melalui skema KPBU untuk membangun rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/west-java-investment-summit-2020-emil.jpg)