Breaking News:

Ada Penghuni Baru Lapas Sukamiskin Bandung, Terpidana Korupsi Suap Proyek Masjid Agung dan Jembatan

Lapas Sukamiskin Bandung kedatangan penghuni baru napi korupsi yakni eks Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.

Editor: Mega Nugraha
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Suasana di depan pintu Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Sabtu (15/6/2019). 

TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Lapas Sukamiskin Bandung kedatangan penghuni baru napi korupsi yakni eks Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjeblosan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin Bandung setelah Muzni Zakaria diputus bersalah dalam kasus korupsi suap proyek Masjid Agung Solok Selatan dan pekerjaan Jembatan Ambayan anggaran 2018.

Kasus tersebut sudah sampai Mahkamah Agung (MA). Dalam putusan MA nomor 1959 K/Pid.Sus/ 2021 tanggal 24 Mei 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT Padang Nomor : 22/TIPIKOR/2020/PT PDG tanggal 1 Desember 2020 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Padang Nomor : 25/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Pdg tanggal 21 Oktober 2020, kasus Muzni Zakaria telah berkekuatan hukum tetap.

"Jaksa Eksekusi Hendra Apriansyah, telah melaksanakan Putusan MA yang berkekuatan hukum tetap atas nama terpidana Muzni Zakaria dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Pelaksana Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Puluhan Napi Koruptor di Lapas Sukamiskin Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

Dalam putusannya, Muzni Zakaria juga dihukum membayar denda Rp 250 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar, diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Muzni juga harus mengganti Rp 3.3 miliar dikurangi Rp 440 juta yang sudah disita KPK.

"Sehingga masih tersisa Rp2,9 miliar dengan ketentuan apabila tidak membayar paling lama 1 bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dan dalam hal tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipenjara selama 2 tahun," kata Ali.

Muzni Zakaria menerima suap dari seorang pengusaha bernama Muhammad Yamin Kahar yang sebelumnya telah divonis 2,5 tahun penjara dalam perkara tersebut.

Adapun penerimaan uang suap dilakukan secara bertahap, yakni Rp25 juta, Rp100 juta, berupa karpet masjid senilai Rp50 juta, dan terakhir Rp3,2 miliar sehingga totalnya Rp3,375 miliar.

Uang tersebut diduga terkait dengan paket pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan paket pekerjaan Jembatan Ambayan Kabupaten Solok Selatan Tahun Anggaran 2018.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Jebloskan Eks Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin,

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved