Breaking News:

Cirebon Termasuk Daerah yang Rawan Tenggelam, Ini Penyebabnya, Harus Diantisipasi

Peneliti Ahli Utama BRIN, Eddy Hermawan mengatakan, daerah Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya menjadi kota yang paling rawan tenggelam

Editor: Siti Fatimah
Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi Kapal nelayan di muara sungai Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/4/2021). Nelayan Cirebon yang mencari rajungan hingga ke Jakarta memilih pulang menaiki kapal. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aktivitas pembangunan infrastruktur jalan serta menjadikan ekonomi terpusat di bagian utara Jawa memicu penurunan permukaan tanah.

Hal ini dikatakan pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dikutip Tribun dari Kompas.Com.

BRIN menyebutkan daerah pesisir bagian utara Jawa lebih rawan tenggelam akibat penurunan permukaan tanah yang terjadi di wilayah tersebut.

Baca juga: Cerita Suparman Nyaris Jadi Korban Kapal Tenggelam di Maluku, Gagal Berlayar Karena Dicegah Anak

Selain pemicu tadi, penyedotan atau penggunaan air yang masif di wilayah tersebut juga memberi kontribusi tinggi terhadap penurunan permukaan tanah.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Eddy Hermawan mengatakan, daerah Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya menjadi kota yang paling rawan mengalami penurunan tanah ekstrem.

“Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya adalah kota-kota pesisir utara Jawa yang paling rawan terhadap penurunan tanah ekstrem hingga tahun 2050," kata Eddy seperti dikutip dari Kontan, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Kapal Tenggelam di Indramayu, Nelayan Sudah Diingatkan Soal Gelombang Laut yang Sedang Tinggi

Eddy menilai, kondisi morfologi daerah pesisir yang relatif datar membuat banyak aktivitas pembangunan infrastruktur jalan dan perekonomian terpusat di bagian utara Jawa.

Akibatnya, hal tersebut memberi beban lebih terhadap permukaan tanah dibandingkan luar wilayah utara Jawa.

"Untuk itu, upaya mitigasi dengan kebijakan penggunaan air tanah, penanaman mangrove, dan pencegahan perusakan lingkungan harus segera dilakukan,” ujar Eddy.

Baca juga: Detik-detik Penyelamatan Korban Kapal Tenggelam di Indramayu Berlangsung Dramatis, Ombaknya Tinggi

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Utama Bidang Teknologi Penginderaan Jauh BRIN, Rokhis Khomarudin memaparkan hasil pemantauan citra satelit yang membuktikan terjadinya penurunan muka tanah.

Ia menyebutkan, wilayah DKI Jakarta antara 0,1 cm hingga 8 cm per tahun, Cirebon antara 0,3 cm hingga 4 cm per tahun, Pekalongan antara 2,1 cm hingga 11 cm per tahun, Semarang antara 0,9 hingga 6 cm per tahun, dan Surabaya antara 0,3 hingga 4,3 cm per tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pekalongan, Cirebon, Semarang, dan Surabaya Dinilai Paling Rawan Tenggelam",

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved