Penemuan Mayat di Subang
SEBULAN Kasus Subang Tuti & Amel, Ini 3 Rajapati di Jabar yang Belum Terungkap, Semua Korban Wanita
Ada tiga kasus rajapati yang menyita perhatian publik dan belum terungkap. Kebetulan semua korbannya perempuan.
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Hari ini genap 30 hari kasus Subang terjadi.
Rabu (18/8/2021) pagi, warga Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dikejutkan oleh penemuan jasad ibu dan anak.
Keduanya ditemukan meninggal dunia di dalam bagasi mobil Alphard di rumahnya.
Mereka adalah Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23).
Jasad keduanya ditemukan oleh Yosef, suami Tuti yang juga ayah Amalia.
Malam sebelumnya Yosef tidak di rumah tersebut. Ia ketika itu ada di rumah Nyonya M yang merupakan istri keduanya.
Polisi berusaha keras untuk mengungkap kasus ini.
Lokasi penemuan jasad korban beberapa kali disambangi, bahkan sampai menurunkan anjing pelacak.
Sejumlah saksi juga diperiksa, bahkan sampai beberapa kali, seperti Yosef dan Yoris.
Namun, sampai Kamis (16/9/2021), upaya ini belum mengungkap siapa pelaku rajapati kepada Tuti dan Amalia.
Di Jawa Barat, bukan hanya kasus Subang yang sulit terungkap.
Ada beberapa kasus rajapati lainnya yang hingga kini pelakunya masih berkeliaran bebas.
Dan dari peristiwa-peristiwa tersebut, korbannya semua perempuan.
Kasus mana saja? TribunJabar.id mencoba merangkumnya.

1. Kasus Noven
Namanya Andriana Yubelia Noven Cahya (18).
Ia merupakan siswi SMK 3 Baranangsiang, Kota Bogor.
Korban meninggal setelah ditusuk orang tidak dikenal.
Kasus penusukan yang menyebabkan tewasnya Andriana itu terjadi pada Selasa, 8 Januari 2019.
Korban diketahui ditusuk oleh orang tidak dikenal saat pulang sekolah saat melewati gang tersebut.
Aksi penusukan itu pun terekam kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil autopsi, korban mengalami luka tusuk di bagian dada kiri sedalam 25 sentimeter dengan lebar tiga sentimeter.

Dalam berita TribunJabar.id tahun 2020, disebutkan polisi sudah memeriksa 29 saksi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar kala itu Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Masih pendalaman tim kita," ujar, Hendra Suhartiyono, saat dihubungi, Selasa (4/2/2020).
Hendra mengatakan, polisi sudah memeriksa sekitar 29 saksi, terkait pembunuhan siswi SMK itu. Hasil penyelidikan, ditemui beberapa informasi pelaku penusukan.
Hal itu menjadi faktor pendukung pengungkapan kasus yang sudah setahun lebih pada status penyelidikan.
"Kita dalami dari beberapa info pendukung," katanya.

2. Kasus Anjani Bee
Penemuan mayat membuat geger warga di sekitar perbatasan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Kamis (5/3/2020) pagi.
Belakangan diketahui mayat gadis bertato itu adalah Intan Marwah Sofiyah (20) dan diduga memiliki akun Facebook bernama Anjanii Bee.
Ia merupakan warga Pabuaran, Subang.
Korban dimakamkan di Kampung Karajan, Desa Karang Hegar, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jumat (6/3/2020).
Tak henti-hentinya ibunda korban, Nita, menangisi kepergian anak gadisnya ini hingga ke pemakaman.
Ibunda korban, Nita mengatakan, terakhir kali ia berhubungan anaknya pada Minggu (1/3/2020) malam.
Saat itu, keduanya berinteraksi lewat video call atau panggilan video di ponsel.
Nita mengatakan, anaknya saat sedang ditelepon sedang berada di kamar indekosnya di Bandung.
Dia sedang bersama laki-laki bernama Iqbal yang merupakan pacarnya.
"Saya minta anak saya pulang karena ada yang perlu dibicarain. Tapi belum bertemu sudah (meninggal)," ujarnya, kepada wartawan termasuk TribunJabar.id, Jumat (6/3/2020).
Pihak Polres Cimahi sudah memeriksa 120 orang saksi untuk mengungkapkan kasus pembunuhan perempuan berusia 20 tahun, Anjani Bee.
"Hampir 120 orang kami periksa tapi belum ada yang mengerucut. Kami coba patahkan semua alibi mereka, tapi masih juga belum jelas. Teman dekat, pacar, dan keluarganya sudah kita periksa semua," kata Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Rabu (22/7/2020).
Yoris mengatakan, ia mendapati laporan bahwa korban mempunyai kekasih namun setelah ditelusuri tidak ada kaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Anjani Bee.
"Kami langsung kejar yang bersangkutan, tapi dia (kekasih Anjani) juga tidak terlalu berkaitan dengan kasus tersebut, apalagi posisinya dia masih di dalam lapas," ujarnya.
Sebelumnya, pembunuhan Anjani Bee diduga lebih dari satu orang dan sudah terencana lantaran pembunuhan tersebut dilakukan dengan sangat rapi tanpa ada jejak para pelaku.
"Dugaan kami terorganisir. Ada peran-peran berbeda dari para pelaku, mulai dari yang mengeksekusi sampai yang membuang korban. Kami terus berupaya mengungkap kasus ini," katanya.
Anjani yang memiliki tato burung hantu di tangannya ditemukan di dalam selokan di Jalan Raya Lembang, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, 5 Maret lalu. Di tubuhnya ditemukan luka lebam dan sayatan.

3. Kasus Subang
Polisi bekerja keras untuk mengungkap peristiwa meninggalnya Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).
Peristiwa ini terjadi tanggal 18 bulan Agustus lalu.
Sudah hampir sebulan, belum ada tanda-tanda siapa pelaku yang membuat Tuti dan Amalia meninggal terungkap.
Polisi pun terus berusaha untuk mencari bukti-bukti, petunjuk, dan keteragan saksi.
Kemarin, Rabu (15/9/2021), dalam kurun waktu satu hari, polisi kembali mendatangi lokasi kejadian penemuan jasad Tuti Suhartini serta Amalia Mustika Ratu di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Menurut pantauan Tribunjabar.id di lapangan, Rabu (15/9/2021) tepat pukul 16.30 WIB sejumlah anggota kepolisian berpakaian preman kembali mendatangi lokasi kejadian.
Mereka menggunakan tiga kendaraan yang satu di antaranya bertuliskan Jatanras Polda Jabar.
Anggota Jatanras Polda Jabar tersebut meninggalkan lokasi kejadian pada pukul 18.00 WIB.
Sebelumnya, anggota Bareskrim Mabes Polri turut membantu dalam penyelidikan ini.
Pada Rabu (15/9/2021) siang, terlihat sejumlah petugas kepolisian kembali mendatangi tempat lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak yang berada di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kasus ini masih penuh misteri. Misalnya saja karena ada barang berharga di dalam rumah tapi tak dibawa pelaku.
Kabarnya, hanya ponsel milik Amalia yang raib dari lokasi kejadian.
Uang Rp 30 juta dan dua mobil mewah tetap ada di TKP.
Baca juga: KASUS SUBANG, Pakar Ekspresi Kesulitan Analisis M Ibu Tiri Amalia Mustika Ratu, Ini Penyebabnya