Kadin Segera Lantik Pengurus, Fokus Bantu Pemerintah Tangani Kesehatan, Ekonomi Nasional dan Daerah
Sejak terpilih jadi Ketua Kadin pada Juni 2021 secara musyawarah mufakat, kepengurusan Kadin belum dilantik secara resmi.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Sejak terpilih jadi Ketua Kadin Indonesia pada Juni 2021 secara musyawarah mufakat, kepengurusan Kadin belum dilantik secara resmi.
Ketua Kadin Arsjad Rasjid, menerima program umum organisasi dan pokok pokok kebijaksanaan Kadin Indonesia 2021 - 2025 dari Tim Ad Hoc di hotel Westin, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2021). Kata dia, agenda tersebut sebagai bagian dari Munas VIII yang digelar pada 31 Juli-1 Agustus 2021 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
"Setelah ini, kita akan mantap dan siap melaksanakan pelantikan pengurus Kadin Indonesia," ujar Arsjad Rasjid dalam keterangan yang diterima Tribun, Jumat (17/9/2021).
Hanya saja, kata dia, sebelum pelantikan dilakukan, ia mengaku akan menemui satu persatu calon pengurus Kadin untuk membahas program kerja calon pengurus, dan orang-orang yang akan diajak oleh para pengurus.
Baca juga: Penganiayaan Ketua Kadin Majalengka, Salah Satu Pelaku Ternyata Ketua Ormas Ternama di Majalengka
"Saya sebagai ketua umum, bertemu dengan setiap wakil ketua umum, wakil ketua umum koordinator dan juga kepala kepala badan, secara personal, one on one. Saya ingin mendiskusikan program dari setiap wakil ketua umum WKU atau kepala badan, dan juga kepengurusannya. Siapa komisi tetapnya, siapa wakil ketua komisi tetap. Ini harus dijabarkan," kata dia.
Setelah pelantikan, agenda berikutnya yakni Rapimnas yang kemudian dilanjut dengan pengukuhan pengurus dan hasil rapimnas. Mantan CEO Indika Group ini menjelaskan, ia berharap pengukuhan dapat dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
"Harapan kami pengukuhan dilakukan oleh pemerintah, khususnya bapak presiden. Pengukuhan dari kepengurusan dan hasil dari pada munas. Setelah itu kemudian ada munaslub," katanya.
Arsjad Rasjid juga menegaskan bahwa ia masih berpegang kepada empat pilar yang ia usung.
"Pertama kesehatan, kedua ekonomi daerah dan ekonomi nasional, ketiga kewirausahaan dan kompetensi, dan ke empat memperbaiki dan memperkuat yang namanya internal organisasi dan regulasi," ujarnya.
Ketua Tim Ad Hoc, Juni Ardianto Rachman mengatakan dengan selesainya tugas tim ad hoc, ia berharap pelantikan bisa segera dilakukan.
Kata dia, tugas Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia akan lebih terbantu. Saat ini, baru sebagian pengurus inti yang ditunjuk, antara lain adalah Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, Anindya Bakrie.
"Kami harapkan, dengan disahkan keputusan ini, ketum bisa melaksanakan kepengurusan pelantikan," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kadin-222.jpg)