Shamima Begum, Mantan Pengantin ISIS yang Siap Bantu Inggris Perangi Terorisme

Mantan ‘pengantin ISIS’, Shamima Begum, meminta maaf dan menyatakan siap untuk membantu Inggris perangi terorisme.

Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Mega Nugraha
ITV/Shutterstock
Shamima Begum dalam wawancara "Good Morning Britain" ITV 

TRIBUNJABAR.ID – Mantan ‘pengantin ISIS’, Shamima Begum, meminta maaf dan menyatakan siap untuk membantu Inggris perangi terorisme.

Dikutip dari nypost.com, mantan ‘pengantin ISIS’, Shamima Begum, meminta maaf karena pernah bergabung dengan kelompok teroris dan memohon kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mengizinkannya kembali ke Inggris.

Ia mengatakan hal itu dalam wawancara langsung TV pertamanya. Dalam wawancara tersebut, ia juga mengatakan bahwa ia lebih baik mati daripada kembali ke jihadist.

"Saya tahu mungkin ada beberapa orang, tidak peduli apa yang saya katakan atau apa yang saya lakukan, mereka tidak akan percaya bahwa saya telah berubah, atau percaya bahwa saya ingin membantu," katanya kepada "Good Morning Britain" ITV.

“Tetapi, bagi mereka yang bahkan memiliki setetes belas kasih dan kasih sayang dan empati di hati mereka, saya memberitahukan ini dari lubuk hati saya bahwa saya menyesali semuanya, setiap keputusan yang saya buat sejak saya melangkah ke Suriah dan saya akan hidup dengan itu selama sisa hidup saya,” lanjutnya.

Baca juga: Roket Meluncur ke Bandara Kabul, 1.200 Orang Dievakuasi, ISIS-K Mengaku Bertanggungjawab

Shamima Begum baru berusia 15 tahun ketika ia dan dua teman sekelasnya berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Ia mengatakan bahwa ia menikah dengan seorang ekstremis dari Belanda dan memiliki tiga anak, semuanya telah meninggal.

Sekarang Shamima Begum berusia 22 tahun dan tinggal di sebuah kamp pengungsi di Suriah, Begum telah berusaha untuk kembali ke rumah.

Namun, pemerintah Inggris mencabut kewarganegaraannya dengan alasan keamanan nasional pada tahun 2019 dan ia telah berjuang tanpa hasil agar paspornya dipulihkan.

Shamima Begum jugaa mengatakan dia telah disesatkan ketika ia pergi ke Suriah.

Berbicara kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, ia menawarkan pesan kritis.

"Saya pikir saya bisa sangat membantu anda dalam memerangi terorisme karena anda jelas tidak tahu apa yang anda lakukan. Saya tidak ingin menyakiti siapa pun di Suriah atau di mana pun di dunia. Pada saat itu saya tidak tahu itu adalah aliran sesat, saya pikir itu adalah komunitas Islam,” katanya.

Sajid Javid, Menteri Dalam Negeri Inggris membuat keputusan untuk mencabut kewarganegaraan Shamima Begum sebagai keputusan tepat. 

"Ketika saya melihat apa yang saya lakukan dan informasi yang saya terima dari penasihat saya dan badan intelijen kami, pada akhirnya itu adalah keputusan yang sangat jelas dan tepat," kata Javid.

Begum mengakui bahwa mungkin sulit bagi beberapa warga Inggris untuk memaafkannya karena mereka telah hidup dalam ketakutan pada ISIS dan kehilangan orang yang dicintai,

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved