Breaking News:

Polda Jabar Buru Pembeli Sertifikat Vaksin Ilegal, Bisa Dipidana Penjara Jika Sengaja Membeli

Polisi buru puluhan warga yang membeli sertifikat vaksin ilegal dari sejumlah tersangka pembuat sertifikat vaksin ilegal yang ditangkap Polda Jabar.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
tribunjabar/mega nugraha
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago, Senin (22/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi buru puluhan warga yang membeli sertifikat vaksin ilegal dari sejumlah tersangka pembuat sertifikat vaksin ilegal yang ditangkap Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, para pemegang sertifikat vaksin ilegal itu dapat dikenai pidana jika sengaja membeli sertifikat vaksin ilegal.

"Dapat dipastikan, kalau sengaja dan ternyata yang bersangkutan sedang tertular virus corona, ini kan artinya ada kesengajaan. Tapi, kita tidak bisa berspekulasi seperti itu, kita harus minta keterangan untuk meminta kepastian sengaja atau tidak, mohon waktulah hasil dari pemeriksaan," ujar Kombes Pol Erdi A Chaniago, saat dihubungi, Kamis (16/9/2021).

Saat ini, kata Erdi, Ditreskrimsus Polda Jabar tengah melakukan pengembangam dari keterangan para pelaku. Nantinya, akan diketahui siapa saja dan di mana lokasi para pembeli sertifikat ilegal tersebut.

Baca juga: Mantan Relawan Vaksinasi Perdagangkan Sertifikat Vaksin Ilegal, Dibekuk Polisi, Ini Modusnya

"Ini sedang dikembangkan terkait orang-orang yang menggunakan sertifikat vaksin ilegal tersebut, karena saat dalam pemeriksaan itu masih terfokus pada pelaku, nanti akan dilihat di jalur pemesanannya melalui media sosial, mungkin juga sudah didapatkan nomor HP nya masing-masing," katanya.

Pihaknya belum dapat memastikan para pembeli sertifikat vaksin ilegal ini apakah semuanya berasal dari Jabar atau tersebar di seluruh Indonesia.

"Tentunya kita akan menelusuri, sesesuai dengan hasil keterangan tersangka dengan melihat nomor HP yang bersangkutan dan posisinya akan kita ketahui di mana-mana nya," ucapnya.

"Intinya masih ditelusuri, bisa dikembangkan dan kemungkinan bisa ketemu lain dengan modus operandi yang sama," tambahnya.

Baca juga: Sertifikat Vaksin Ilegal Libatkan Orang Dalam, Pakar Keamanan Siber Sebut Perlu 2 Langkah Otorisasi

Sejauh ini, kata Erdi, dari hasil pemeriksaan terhadap ke empat pelaku baru ada 35 orang pembeli sertifikat vaksin ilegal.

"Ya, untuk sementara masih segitu, karena hasil pemeriksaan mereka melakukannya baru satu bulan. Kemudian kita croscek ke rekening mereka masing-masing, jadi jumlahnya masih seperti keterangan tersangka," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved