Breaking News:

Destinasi Wisata di Sumedang Belum Boleh Beroperasi, Bioskop Sudah Diperbolehkan Tinggal Ajukan Ini

Pemerintah Kabupaten Sumedang belum membuka destinasi wisata maupun fasilitas umum karena masih menyandang status pemberlakuan pembatasan kegiatan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Wana Wisata Cipacet, Kecamatan Suksasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (5/9/2021) 

Laporan Kontributor TribunJabar, id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang belum membuka destinasi wisata maupun fasilitas umum karena masih menyandang status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, secara keseluruhan destinasi wisata di Sumedang belum diperbolehkan beroperasi, hal ini sesuai aturan Intruksi Menteri Dalam Negeri terbaru. 

Tetapi, kata Dony, bakal ada objek wisata yang akan diujicobakan untuk beroperasi. 

"Nanti, akan ada objek wisata di Sumedang yang akan melakukan ujicoba beroperasi," ujar Dony kepada TribunJabar. Id, di Sumedang, Rabu (15/9/2021).

Dony menuturkan, objek wisata yang akan diujicobakan nanti adalah tempat wisata yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

"Objek wisata tersebut saat ini sedang diajukan ke pemerintah pusat," ucap Dony. 

Selain itu, Dony menambahkan, bioskop di Sumedang kini sudah diperbolehkan untuk beroperasi.

Meski begitu, lanjut Dony, ada beberapa persyaratan yang harus ditempuh.

 
Pemilik atau pengelola bioskop harus mengajukan atau melaporkan terlebih dulu kepada Satgas Covid-19 terkait rencana kembali beroperasinya bioskop.

"Jadi pertama pihak pemilik atau pengelola bioskop mengajukan atau melaporkan terlebih dulu ke Satgas Penanganan Covid-19 Sumedang," ucapnya. 

Kemudian, kata  Dony, pemilik bioskop harus mengikuti aturan yang Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang ketentuan protokol kesehatan. 

"Pengelola bioskop harus memiliki Aplikasi PeduliLindungi, dan jumlah pengunjung tidak boleh lebih dari 50 persen," katanya. (*).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved