Breaking News:

Terkasan Diskriminasi, Ratusan Seniman Subang Geruduk Kantor Bupati, Pengunjuk Rasa; Ijin Tak Merata

Ratusan seniman yang berada di Kabupaten Subang sambangi kantor Bupati Subang untuk menggelar aksi unjuk rasa

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Siti Fatimah
Ratusan Seniman Subang saat menggelar aksi untuk rasa di depan Kantor Bupati Subang, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Ratusan seniman yang berada di Kabupaten Subang sambangi kantor Bupati Subang untuk menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (13/9/2021).

Dari informasi yang didapat Tribujabar, ratusan seniman tersebut merasa pihak dari Satgas Covid-19 Kabupaten Subang tidak adil dalam segi perizinan untuk menggelar acara kebudayaan.

Baca juga: Prihatin Nasib Seniman Musik Jateng, Ganjar Pranowo Bikin Gebrakan Lapak Ganjar Musik

Khususnya, para seniman yang berada di daerah utara dari Kabupaten Subang yang sama sekali tidak di izinkan sama sekali untuk menggelar acara kebudayaan terutama hajatan.

Oga Wirantara yang mewakili para seniman megatakan jika para seniman di Subang sebetulnya tidak mau jika harus demo seperti saat ini, namun karena belum menyeluruhnya soal izin di Subang terutama di wilayah Subang Barat.

Maka terpaksa seniman melakukan aksi.

Baca juga: Seniman dan Musisi di Ciamis Boleh Tampil, Bukan Hanya Prokes, Tapi Harus Patuhi Syarat Ini

"Kita semua tau SK Bupati sudah tersebar luas, diberikan kelonggaran 50 persen, kenapa izinnya tidak merata, terutama di Subang bagian Barat," ujar Oka di Kantor Bupati Subang, Senin (13/9/2021).

Menurut Oga jika selama ini seniman tidak pernah merepotkan pemerintah, karena jika ramai hajatan, para seniman sudah disibukan dengan mengatur jadwal.

Baca juga: Seniman dan Musisi di Ciamis Boleh Tampil, Bukan Hanya Prokes, Tapi Harus Patuhi Syarat Ini

"Kami juga menuntut Pemda Subang membuat Perda soal kebudayaan yang salah satunya melindungi seniman yang di kita (Subang) belum ada," katanya.

Oga menambahkan juga, jika beberapa izin untuk beberapa wilayah seperti Kalijati, Purwadadi, Ciasem, Pabuaran, Patok Beusi, aturannya terlalu berbelit, dan dianggap merugikan pelaku seni.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved