Breaking News:

Sekolah di Purwakarta Wajib Tanam Pohon Bambu Untuk Teduhkan Sekolah

Aturan unik di Purwakarta, setiap sekolah wajib menanam bambu untuk kelestarian lingkungan dan penyeimbang ekosistem sekitar sekolah.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Irvan Maulana
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto saat meninjau penanaman bambu di SMAN 1 Purwakarta, Senin (13/9/2021) 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Aturan unik di Purwakarta, setiap sekolah wajib menanam bambu untuk kelestarian lingkungan dan penyeimbang ekosistem sekitar sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, mengatakan, gerakan menanam bambu serentak merupakan ikhtiar merawat dan melestarikan kekayaan alam. Selain itu, menanam bambu merupakan metode pembelajaran yang aplikatif di seluruh sekolah se Kabupaten Purwakarta.

Gerakan menanam bambu tersebut juga tertuang dalam surat edaran Kepala Dinas Pendidikan nomor 522.21/2927/Disdik pertanggal 30 Agustus 2021 tentang Imbauan penanaman pohon bambu di Satuan Pendidikan.

"Kegiatan penanaman pohon bambu secara serentak dilaksanakan pada hari Rabu pekan kemarin saya ikut menanam simbolis, namun pelaksaan juga dilakukan pemantauan secara virtual melalui zoom," ujar Kadisdik Purwakarta, Purwanto ketika ditemui Tribun di Kantor Dinas Pendidikan Jalan Veteran Kabupaten Purwakarta, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Inovasi PTM Terbatas di Purwakarta, Para Siswa dan Guru Wajib Membawa Dompet Sehat, Apa Itu?

Ia menjelaskan Indonesia termasuk negara kaya, bahkan menurut literatur, ada sekitar 88 jenis bambu endemik di indonesia dari 159 spesies, tercatat 1.250 spesies bambu lain juga ada di Indonesia.

"Bambu-bambu ini harus dikonservasi dikenalkan pada generasi penerus. Maka sekolah adalah lembaga yang paling tepat apalagi di Purwakarta sekarang sedang mengembangkan program tatanen di bale atikan. Program itu berorientasi pada membangun kesadaran ekologis peserta didik agar bisa hidup secara harmoni dengan seisi alam," kata dia.

Selain nilai manfaat terhadap ekologi, bambu juga mempunyai filosofi kehidupan bagi suku Sunda,

"Filosofi bambu itu, semakin menua semakin merunduk dan mau melepas segala atribut yang menempel dalam diri dalam menuju kesejatian. Bambu akan terus melepas kelopak-kelopak yang menutupi ruas-ruasnya ketika menua," kata Purwanto.

Diketahui, bambu juga memiliki multi manfaat untuk kehidupan selain ekonomis, estetis juga  punya fungsi kesehatan. Bambu mampu memfilter polusi udara yang berbahaya bagi kehidupan.

"Sekolah-sekolah akan terasa sejuk dan teduh jika ada pohon bambu di sekolahnya oksigen alami juga akan mencukupi warga sekolah," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved