Masa PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi Hingga 20 September, Bioskop Boleh Dibuka di Daerah Tertentu

Selama masa PPKM, ada pelonggaran pada sejumlah sektor, satu di antaranya boleh dibukanya bioskop di daerah tertentu.

Capture Youtube Sekretariat Presiden
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan umumkan status PPKM, Senin (9/8/2021) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) Level 2-4 di Jawa-Bali kembali diperpanjang sepekan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan masa PPKM berlaku hingga 20 September 2021. 

Pemerintah membuat keputusan tersebut, ucapnya, untuk menekan penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Selama masa PPKM, ada pelonggaran pada sejumlah sektor, satu di antaranya boleh dibukanya bioskop di daerah tertentu.

Luhut menyebut perpanjangan masa PPKM demi mengendalikan penularan virus korona yang semakin berkurang.

Baca juga: Masih PPKM, Pantai Pangandaran Lemah Prokes, Penuh Pengunjung dari Bandung Raya dan Tasikmalaya

"Kapan akan terus diberlakukan? Akan terus diberlakukan di Jawa-Bali, evaluasi tiap minggu (sampai 20 September) hingga menekan kasus konfirmasi dan tak mengurangi kesalahan di negara lain," kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

"PPKM ini alat untuk monitor, kalau dilepas, tidak dikendalikan terus bisa ada gelombang berikutnya. Kita sudah lihat pengalaman di berbagai negara, kita tidak ingin mengulangi kesalahan di negara lain," kata Koordinator PPKM Jawa-Bali, Senin (13/9/2021) malam.

Meski diperpanjang, ada sejumlah perubahan aturan, yaitu pelonggaran pada sejumlah sektor selama masa PPKM. Pelonggaran yang dimaksud salah satunya adalah dibukanya bioskop di daerah tertentu.

"Hanya kategori hijau yang bisa," ujar Luhut Binsar Pandjaitan. Sejumlah daerah juga telah turun dari level 4 ke level 3. Beberapa daerah turun dari level 3 ke level 2.

"Dari 11 daerah level 4, berkurang menjadi tiga," katanya. Adapun PPKM Level 1-4 untuk kali pertama diterapkan pada 21-25 Juli. Kebijakan itu merupakan perpanjangan dari PPKM Darurat yang berlaku 3-20 Juli 2021.

Saat PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021, pemerintah membuat kebijakan pembatasan yang jauh lebih ketat. Kebijakan PPKM Darurat itu diputuskan saat Indonesia mengalami lonjakan tinggi kasus Covid-19.

Baca juga: Sumedang Kini Terapkan PPKM Level 2, Bupati Bakal Izinkan Unpad Gelar Perkuliahan Tatap Muka

Saat itu, ledakan kasus tidak diiringi dengan perbaikan fasilitas kesehatan atau rumah sakit, akibatnya angka kematian akibat Covid-19 juga tinggi.

PPKM berdasarkan level mulai diterapkan setelah pemerintah menilai bahwa kasus mulai menurun.

Setelah berlaku pada 21-25 Juli, kebijakan PPKM diperpanjang oleh pemerintah sejak 26 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Kemudian, diperpanjang lagi mulai 10 Agustus hingga 23 Agustus 2021, kemudian hingga 6 September 2021.

Pemerintah selanjutnya melakukan perpanjangan PPKM hingga 13 September 2021 atau berakhir hari ini.

Pemerintah telah beberapa kali memperpanjang kebijakan tersebut untuk menekan laju penyebaran virus korona.

Namun, beberapa waktu belakangan PPKM diterapkan dengan pelonggaran pada sejumlah sektor, mulai dari kegiatan di pusat perbelanjaan, restoran, hingga aktivitas belajar mengajar. (Penulis : Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luhut Umumkan Perpanjangan PPKM Jawa-Bali hingga 20 September, Tinggal 3 Daerah Level 4"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved