Dua Warga Sukabumi Dikabarkan Meninggal Akibat Terbakarnya Kapal KM Hentri di Maluku

Ardian menuturkan, dari 32 orang yang berada di Kapal KM Hentri, 19 orang adalah warga Sukabumi

Dokumen pribadi Ardian Rahman
Ardian Rahman (30), satu di antara orang yang menumpang kapal KM Hentri yang terbakar di Kepulauan Tanimbar Maluku Tenggara pada 3 September 2021. Hingga Minggu (12/9/2021, ia sedang berada di tempat istirahat di Tual, Ambon. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI- Dua warga Sukabumi dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa terbakarnya kapal KM Hentri di Kepulauan Tanimbar Maluku Tenggara pada 3 September 2021.

Korban selamat, Ardian Rahman (30)  mengatakan, dari semua 32 orang yang berada di kapal 2 orang meninggal dunia, akibat tidak bisa menyelamatkan diri dan diduga ikut hangus terbakar dalam kapal.

Kedua korban yang dikabarkan meninggal adalah yakni Indra yang merupakan warga Sekarwangi Cibadak, dan Damar teman Adam Fauzan (adik Ardian) yang hingga saat ini belum diketahui nasibnya.

"Saat api mulai membesar, kita sudah berusaha mungkin untuk ngasih tahu. Indra dan Damar mereka tidak keluar-keluar,hingga akhirnya api membakar awak kapal," ucap Ardian saat dihubungi Tribunjabar.id melalui sambungan telepon, Minggu malam (12/9/2021).

Sementara itu, 25 orang lainnya, yang hingga saat ini belum ditemukan, bersama dengan 5 orang selamat loncat dari atas kapal KM Hentri ke laut.

Baca juga: Merantau Jadi Pelaut ke Timur Indonesia, Maman Black Pria asal Sukabumi jadi Korban Kapal KM Hentri

"Dua orang masih di dalam, kita semuanya loncat ke laut menyelamatkan diri, hingga akhirnya selama tiga jam berenang dil autan lepas. Saya kembali ke kapal bersama dengan 4 orang lainnya," ujarnya.

Ardian menuturkan, dari 32 orang yang berada di Kapal KM Hentri, 19 orang adalah warga Sukabumi, teman-teman Ardian dan adiknya Adam Fauzan. 

"Sebenarnya warga Sukabumi itu 19 orang yang ikut sama kami, yang baru ditemukan 7 orang. Kami tiga orang selamat dan 2 orang meninggal dunia akibat ikut terbakar dalam kapal," katanya.

Ardian juga, meminta warga Sukabumi dan keluarga korban untuk mendoakan korban yang meninggal dunia dan 25 korban yang nasibnya belum diketahui.

"Kami minta doa kepada keluarga korban. Bagi yang meninggal, mudah-mudahan khusnul khatimah dan yang belum diketahui nasibnya semoga cepat ditemukan," ujar Andrian.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved