Dua Alat Bukti Kuat yang Dikantongi Penyidik, Bisa Ungkap Kasus Perampasan Nyawa Amalia di Subang

Tiga pekan lamanya, akhirnya penyidik Polres Subang mengumpulkan dua alat bukti kuat yang bisa mengungkap pelaku dan kini dilakukan pengembangan

Editor: Hilda Rubiah
Tribun Jabar / Dwiki Maulana
Suasana terkini lokasi kejadian pembunuhan yang berlokasi di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (30/8/2021). 

TRIBUNJABAR.ID - Setelah tiga pekan lamanya, akhirnya penyidik Polres Subang mengumpulkan dua alat bukti kuat yang bisa mengungkap pelaku.

Namun, penyidik Polres Subang masih melakukan pengembangan dari dua alat bukti kuat untuk mengungkap kematian ibu dan anak itu.

Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu menjadi korban kasus Subang itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Kini, pelaku maupun penyebab anak dan ibu meninggal kasus Subang itu dalam bagasi mobil Toyota Alphard di rumahnya itu masih ditelisik kepolisian.

Baca juga: UPDATE Kasus Subang, Belum Terungkap, Giliran Pedagang Cuanki Ini Sebut Soal Korban Tuti dan Amalia

Sejak kasus Subang menjadi perhatian, kepolisian bekerja melakukan penyidikan ketat.

Mulai dari mengumpulkan kesaksian dari para saksi, jejak digital, hingga barang yang menjadi saksi bisu perampasan nyawa terhadap ibu dan anak tersebut.

Selain itu, polisi juga memperkuat pengembangan kasus lewat pemeriksaan terpadu.

Kini, akhirnya penyidik Polres Subang berada dalam tahap menghimpun dua alat bukti kuat.

Adapun dua alat bukti kuat itu dinilai dapat mengungkapkan pelaku perampasan nyawa Tuti dan Amalia.

Dua bukti kuat itu adalah hasil laboratorium forensik dan keberadaan ponsel Amalia.

Hasil Laboratorium Forensik

Dari perkembangan kasus Subang tersebut saat ini, kepolisian sudah menerima hasil laboratorium forensik dari Mabes Polri.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago mengatakan penyidiki saat ini melakukan pengembangan hasil laboratorium forensik (labfor).

Hasil forensik tersebut meliputi sidik jari dan identifikasi DNA, evaluasi cairan tubuh hingga penentuan senyawa sepert obat-obatan atau bahan kimia berbahaya lainnya.

Dalam kasus ini, polisi juga melakukan tes DNA pada sejumlah anggota keluarga terdekat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved