Rabu, 8 April 2026

Penangkapan Terduga Teroris

3 Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi, Salah Satunya Petinggi Jamaah Islamiyah

Lebih lanjut, Ramadhan menyampaikan salah satu yang ditangkap merupakan petinggi JI. Dia merupakan Dewan Syuro JI.

Editor: Ravianto
Muhammad Fadli Taradifa/Tribun Medan
Ilustrasi penangkapan terduga teroris di bekasi. Foto adalah rumah mertua H, terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror, Jumat (13/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menangkap 3 orang terduga teroris yang diduga merupakan jaringan Jamaah Islamiah (JI), Jumat (10/9/2021).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan ketiga terduga teroris itu adalah MEK, S, dan SH.

"Penangkapan 3 orang terduga terorisme hari ini Jumat 10 September 2021," kata Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat (10/9/2021).

Ahmad menuturkan pelaku ditangkap di lokasi berbeda di daerah Bekasi.

"Ditangkap di Bekasi Utara di lokasi yang berbeda," ujarnya.

Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan 3 terduga teroris yang ditangkap di Bekasi diduga merupakan kelompok teroris Jamaah Islamiah (JI).

"Kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI)," kaya Ramadhan saat dikonfirmasi, Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut, Ramadhan menyampaikan salah satu yang ditangkap merupakan petinggi JI. Dia merupakan Dewan Syuro JI.

"SH adalah salah satu dewan syuro JI," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Organisasi teroris Jamaah Islamiah (JI) ternyata masih memiliki 1.600 anggota di seluruh Indonesia. Hal itu diketahui berdasarkan anggota JI yang tertangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri.

Total, ada 58 teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri beberapa pekan terakhir ini. Mereka ditangkap di tempat terpisah di seluruh Indonesia.

"Sampai saat ini dari keterangan tersangka ini ada sekitar 1.600 personel aktif di JI. Kita tidak tau mereka merekrut siapa-siapa. Tapi setelah kita lakukan penangkapan kita baru tau oh ternyata jumlahnya sekian," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (22/8/2021).

Ia menyampaikan banyaknya anggota JI tidak terlepas dengan pola rekrutmen pimpinan organisasi terlarang tersebut. Mereka dinilai lihai menjerumuskan masyarakat agar mau masuk sebagai anggotanya.

"Jumlah kan itu tergantung dari kepala bidang di JI ini untuk merekrut orang. Bagaimana kepiwaian dia, bagaimana mereka mengajak orang untuk ikut di dalam JI itu. Jadi itu tergantung," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved