Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Cek KRI Golok, Kapal Perang Canggih Buatan Indonesia
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau kapal kapal siluman canggih milik TNI AL, KRI Golok, di Banyuwangi, Jawa Timur, Selas (7/9/2021).
TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meninjau kapal kapal siluman canggih milik TNI AL, KRI Golok, di Banyuwangi, Jawa Timur, Selas (7/9/2021).
KRI Golok merupakan kapal cepat rudal Trimaran yang dibuat PT Lundin.
"Selama berada di PT Lundin, Menhan Prabowo berkesempatan meninjau kapal perang buatan PT Lundin, yakni Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang diberi nama KRI Golok-688 dan Tank Boat Antasena," dikutip dari laman resmi Kemhan, kemhan.go.id, pada Selasa (7/9/2021).
Dengan kemampuan membuat kapal perang canggih, Prabowo Subianto meyakini industri perkapalan Indonesia akan semakin maju dan bersaing dengan industri pertahanan luar negeri.
Selain KRI Golok-688, Prabowo Subianto juga meninjau pembangunan tank boat Antasena.
Badan kapal tank boat Antasena yang terbuat dari karbon komposit memiliki kekuatan 10 kali lebih kuat dari baja.
Meski begitu, karena bobotnya yang ringan kendaraan tersebut bisa bergerak cepat dan mampu menghancurkan musuh dari jarak 5 kilometer.
Antasena adalah prototipe tank boat buatan PT Pindad (Persero), yang diproduksi di PT Lundin dan masuk dalam jajaran Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) TNI Angkatan Darat.
Baca juga: Satpam Pabrik Benang Ditemukan Meninggal Dengan Posisi Sujud di Atas Sajadah Seusai Salat Isya
KRI Golok
Kapal perang tersebut diberi nama KRI Golok yang diluncurkan di Pantai Cacalan, Selat Bali Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur pada Sabtu (21/8/2021).
KRI Golok dibeli TNI AL dari perusahaan pembuatan kapal dalam negeri, PT Lundin Industry Inves Banyuwangi.Selain dilengkapi persenjataan rudal moderan, KRI Golok juga punya kelebihan anti sensor.
Selain itu, KRI Golok punya kecepatan tinggi dan bisa terdeteksi musuh sehingga cocok untuk operasi senyap di perairan Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan KRI Golok menggantikan KRI Klewang yang terbakar pada 2012.
Menurutnya, kapal siluman ini akan ditempatkan di beberapa daerah rawan dan strategis untuk menjaga kedaulatan NKRI.
Soal nama, KRI Golok, itu mengambil dari nama senjata tradisional Indonesia yang sering dipakai warga sebagai pelindung diri.
