Kenali dan Persiapkan Menuju Usia Menopause Dengan Baik

Fase menopause kerap dianggap sebagai peristiwa yang menyeramkan dan menyedihkan bagi sebagian wanita

dr. Kemala Isnainiasih Mantilidewi, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan 

TRIBUNJABAR.ID,- Tribunners, fase menopause kerap dianggap sebagai peristiwa yang menyeramkan dan menyedihkan bagi sebagian wanita. Hal ini disebabkan oleh adanya berbagai stigma yang muncul dan berkembang di masyarakat sejak jaman dulu.

Di usia menjelang menopause terjadi berbagai tekanan hidup yang dianggap berat, seperti kematian pasangan hidup atau perpisahan dengan anak yang menjelang dewasa. Bila terjadi perubahan emosional pada wanita tersebut timbul stigma bahwa hal tersebut dianggap disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi saat usia menjelang menopause.

dr. Kemala Isnainiasih Mantilidewi, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
dr. Kemala Isnainiasih Mantilidewi, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan ()

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RS. Santosa Bandung, dr. Kemala Isnainiasih Mantilidewi, Sp.OG menjelaskan, kelompok studi dunia menetapkan bahwa menopause adalah proses natural dalam fase hidup wanita yang tidak seharusnya dianggap menakutkan karena semua wanita pasti mengalami hal yang sama.

Secara umum kondisi ini disebut fase tidak terjadinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Hal ini perlu dibuktikan dengan adanya hasil laboratorium terkait kondisi hormon FSH dan LH yang meningkat dan estradiol yang rendah.

Namun apabila masih terjadi menstruasi meskipun satu kali dalam satu tahun, seorang wanita belum termasuk dalam fase menopause. "Secara simpelnya setiap wanita pasti akan mengalami beberapa fase perubahan kondisi hormon sepanjang hidupnya, seperti masa pubertas, masa reproduksi, dan terakhir adalah masa menopause. Sehingga menopause adalah proses natural pada semua wanita dan tidak perlu dianggap sebagai hal yang menakutkan atau menyeramkan," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (6/9/2021).

dr. Kemala mengatakan, adanya anggapan perubahan menjelang fase menopause sebagai situasi yang tidak menyenangkan, adalah disebabkan dari faktor psikologis dan bukan efek dari perubahan hormon-hormon yang telah disebutkan di atas.

Selama ini, banyak masyarakat yang bertanya, pada usia berapakah seseorang mengalami fase menopause, terlebih fase tersebut dialami setiap wanita pada usia yang beragam. Menurutnya, dalam studi kesehatan wanita di Massachusetts, usia rata-rata menopause adalah 51,3 tahun.

Menariknya meskipun usia harapan hidup wanita semakin meningkat dibandingkan jaman dahulu, namun berbagai bukti sejarah menemukan usia rata-rata terjadinya menopause tetap sama sejak dulu.

Hanya kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya kebiasaan merokok, terbukti menimbulkan usia menopause terjadi lebih cepat, namun tidak terlalu siginifikan. Merokok terbukti hanya mempercepat usia menopause sebanyak 1,5 tahun.

"Meski secara terminologi, ada yang disebut sebagai menopause dini. Menopause dini adalah usia menopause yang terjadi di usia 40-45 tahun, biasanya disebabkan oleh faktor keturunan. Usia rata-rata untuk masuk ke dalam transisi menopause (perimenopause) adalah 45,1 tahun, dan rentang usia yang meliputi 95 persen wanita adalah 39-51 tahun," ucapnya.

dr. Kemala menuturkan durasi rata-rata transisi perimenopause adalah lima tahun, dengan kisaran 2-8 tahun. Dengan kata lain setelah memasuki masa transisi menopause wanita akan menopause 2-8 tahun kemudian.

Lalu, bagaimana tanda-tanda atau gejala yang terjadi jelang menopause. Tanda atau gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pasien jelang menopause, umumnya keluhan yang berhubungan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.

"Meski definisi siklus menstruasi teratur tidak ada yang baku. Namun, biasanya pasien merasakan siklus menstruasi datang terlalu cepat, misal hanya terdapat jeda satu minggu kemudian sudah terjadi menstruasi kembali. Lalu terdapat periode menstruasi menjadi jarang," ujarnya.

Keluhan lainnya adalah berhubungan dengan kondisi kesuburan yang ditandai dengan wanita sulit hamil. Selain itu, gejala hot flushes yang dirasakan ketika wanita merasa tiba-tiba memerahnya kulit di atas kepala, leher, dan dada, disertai dengan peningkatan denyut jantung dan rasa panas tubuh yang kuat. Flush kadang-kadang diakhiri dengan banyaknya keringat.

Untuk durasi hot flushes ini bervariasi dari beberapa detik hingga beberapa menit dan, terkadang, selama satu jam. Fase ini mungkin dirasakan selama 1-3 tahun.
Kemudian, beberapa pasien juga mengeluhkan kondisi gangguan pada vagina yang menjadi kering. Untuk keluhan ini, disarankan saat melakukan hubungan suami istri menggunakan lubrikasi yang lebih banyak dari biasanya. Bila tidak dapat diatasi dengan cara ini, maka dapat diberikan terapi hormon pengganti. Pemberian hormon pengganti pun dapat mengatasi gejala gatal pada vagina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved