Breaking News:

Murid SD di Cianjur Ada yang Lupa Cara Membaca Usai PJJ, Pakar: Ada yang Aneh

Dinas pendidikan dan sekolah harus meneliti lebih jauh mengenai temuan seorang peserta didik yang dikabarkan lupa cara membaca

Tribun Jabar / Kiki Andriana
ILUSTRASI - Pembelajaran tatap muka 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Kebijakan Publik dan Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Cecep Darmawan, mengatakan dinas pendidikan dan sekolah harus meneliti lebih jauh mengenai temuan seorang peserta didik kelas 4 SD di Cianjur yang dikabarkan lupa cara membaca setelah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi.

"Agak aneh juga ya kalau kelas 4 enggak bisa baca. Karena kan kalau kelas 3 dan 4 belajar online, masa lupa lagi membaca. Jadi selama Pembelajaran Jarak Jauh apa yang dikerjakan," kata Cecep melalui ponsel, Senin (6/9/2021).

Ada hal yang ganjil dari kabar tersebut, katanya. Karena selama ini semua sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh selama pandemi. Kalaupun banyak kendala, membaca sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: DPRD Kota Cirebon Soroti Pagu Anggaran Disdik Belum Cantumkan PJJ

"Apakah ini kasus dalam pengertian memang dari dulu anak ini ada masalah. Tapi kalau ada, kelas 1 dan 2 gimana. Kalau bener enggak bisa baca, efektivitas belajar PJJ bisa dinyatakan tidak berhasil," katanya.

Memang terdapat wacana yang menyatakan learning loss atau hilangnya satu generasi akibat tidak belajar selama PJJ, katanya. Namun, hal tersebut harus disertai dengan riset mendalam.

"Ada dugaan ya learning loss. Tapi kan kongkritnya harus ada riset. Tapi menurut pengamatan saya memang terjadi, lebih susah belajar, jadi learning loss memang terjadi," katanya.

Hal ini, katanya, terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi di negara lainnya. Namun demikian, pihak sekolah harus mengevaluasi PJJ dan menyelesaikan berbagai kekurangannya supaya PJJ dapat lebih berhasil.

Apalagi, katanya, kalaupun pembelajaran tatap muka sudah dilakukan, sebagian masih melakukan PJJ. Karenanya, harus dievaluasi berbagai hal mengenai PJJ, kemudian diatasi.

"Kalau ada yang salah, yang dievakuasi kompetensinya, misalnya capaian kurikulumnya. Kemudian ke depannya harus ada pengawasan. Apakah dengan PJJ semua dapat akses jaringan internet, apa punya handphone," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pandemi Covid-19 yang mengharuskan pelajar berada di rumah ternyata meninggalkan jejak prihatin bagi seorang murid sekolah dasar di Cianjur. Murid kelas 4 di sebuah sekolah dasar negeri di Cianjur diketahui lupa cara membaca.

Baca juga: Kelamaan di Rumah, Seorang Pelajar SD di Cianjur Lupa Cara Membaca

Dari hasil penelusuran Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, murid tersebut tak ada yang memperhatikan kegiatan belajar di rumah karena ibunya bekerja dan ayahnya sudah meninggal.

Saat masuk belajar tatap muka, murid tersebut mengaku lupa cara membaca. Alhasil guru di sekolah tersebut saat ini berembuk dan fokus untuk menangani secara cepat pulihnya cara membaca murid tersebut.

"Jadi ada murid kelas 4 sekolah dasar yang lupa cara membaca karena kelamaan di rumah. Setelah kami telusuri ternyata ibunya bekerja dan ayahnya sudah meninggal, jadi tak ada yang memperhatikannya saat belajar di rumah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Himam Haris, di Kampus SMKN 1 Cianjur, Senin (6/9/2021).

Himam Haris merasa prihatin dengan kondisi tersebut dan memerintahkan semua guru untuk mengecek kondisi pelajar di semua sekolah dasar di Cianjur.

"Khawatirnya ini ada lagi kasus serupa, tapi saya menerima laporan bahwa di sekolah tersebut gurunya sudah berembuk untuk mencari solusi yang baik bagi pelajar tersebut," kata Himam Haris.

Ia berharap penanganan pandemi covid-19 di Cianjur merata baik untuk guru dan pelajar. Menurutnya hingga saat ini ia belum menerima laporan kejadian di Minggu pertama pembelajaran tatap muka terbatas di Cianjur.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved