Breaking News:

APBD Defisit Rp 600 Miliar, Pemkab Garut Akan Kurangi Perjalanan Dinas ASN

Pengurangan tersebut, ucap Rudy Gunawan, merupakan langkah untuk mengsiasati karena kondisi keuangan Pemkab Garut yang kian hari kian menurun

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Bupati Garut Rudy Gunawan, Senin (26/7/2021) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Pemerintah Kabupaten Garut akan mengurangi perjalanan dinas aparatur sipil negara ( ASN ) hingga 70 persen. Pengurangan tersebut akibat APBD mengalami defisit hingga Rp 600 miliar.

"Sekarang perjalanan dinas dikurangi, kami mengurangi perjalanan dinas 70 persen, dikurangi tahun depan juga 70 persen. Sekarang gak usah rapat tatap muka, rapatnya rapat via zoom," ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan, saat diwawancarai awak media di lingkungan kantor bupati, Senin (06/9/2021).

Pengurangan tersebut, ucap Rudy Gunawan, merupakan langkah untuk mengsiasati karena kondisi keuangan Pemkab Garut yang kian hari kian menurun akibat pandemi Covid-19.

"Kita telah membuat nota kesepahaman dengan DPRD dalam bentuk KUA (Kebijakan Umum APBD) PPAS (Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara), tapi karena kondisi-kondisi keuangan kita makin hari semakin turun,"  kata Rudy Gunawan.

Selain itu adanya pemotongan anggaran atau efisiensi dari dana transfer umum sekitar Rp 200 miliar pun menjadi sebab dari defisit anggaran tersebut. 

Baca juga: Menko Airlangga Minta Pemerintah Papua Percepat Realisasi Anggaran Covid-19

"Pendapatan kita mendapatkan pemotongan atau efisiensi dari Dana Transfer Umum sekitar Rp 200 miliar, maka untuk APBD dari penandatangan yang dilakukan oleh Bupati dan DPRD masih ada defisit Rp 600 miliar," ujarnya.

Senin depan, menurutnya, setiap Pengguna Anggaran (PA) agar siap-siap menerima panggilan dalam rapat menyusun APBD 2022 yang seimbang antara pendapatan dan pengeluaran.

"Kami akan melakukan langkah-langkah untuk bisa menyusun APBD 2022 yang seimbang, antara pendapatan dan rencana pengeluaran karena kita masih ada defisit Rp 600 miliar," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved