Peneliti Ungkap Jati Diri Wiralodra, Begini Perjalanannya dari Mantri hingga Jadi Pendiri Indramayu
Baru-baru ini sejumlah peneliti sejarah berhasil mengungkap jati diri dari Pemimpin Indramayu tersebut.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Raden Bagus Arya Wiralodra dikenal masyarakat Indramayu sebagai Adipati pertama sekaligus pendiri Kabupaten Indramayu.
Baru-baru ini sejumlah peneliti sejarah yang terdiri dari tiga peneliti, yakni Iskandar Zulkarnaen, Dr Roni Tabroni, dan Nurhata berhasil mengungkap jati diri dari Pemimpin Indramayu tersebut.
Iskandar Zulkarnaen yang sekaligus pegiat sejarah dan budaya Indramayu mengatakan, awalnya sejak tahun 2009 ia tertarik dengan kisah Wiralodra dan menggagas penelitian tersebut.
Ia mengatakan, dari penelitian itu terungkap nama pribadi atau nama kecil dari sosok yang kini dikenal masyarakat Raden Bagus Arya Wiralodra adalah Bagus Taka.
Baca juga: Jelang Hari Jadi Ke-493 Indramayu, Pjs Bupati Ziarahi Makam Para Leluhur, dari Wiralodra I-VIII
Beliau hidup di era Mataram Islam Sultan Agung hingga Sunan Amangkurat pada abad ke-17.
Berbeda dengan sosok Wiralodra yang selama ini dikenal hidup di era Demak.
"Itu nama kecil beliau, menurut pakem Jawa, Raden Bagus Taka itu (Jika kemudian dianggap menggunakan title ‘Raden’), Raden Bagus artinya keturunan ningrat saat beliau belum menikah dan Taka nama kecil beliau, ketika menikah biasanya gelar Bagus hilang begitu sesuai pepakem gelar yang masih dilestarikan dua Keraton Pecahan Mataram (Surakarta dan Yogyakarta)," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (5/9/2021).
Iskandar Zulkarnaen menjelaskan, informasi tersebut ditemukan para peneliti dari catatan Babad Bagelen yang mereka temukan di Perpustakaan Nasional di Jakarta pada tahun 2014 lalu.
Saat itu seorang sahabat pegiat naskah yaitu Ki Tarka (alm) dan M Mukhtar Zaedin sedang mendapat tugas membantu Perpusnas RI dalam kegiatan inventaris arsip-arsip.
Lalu Ki Tarka memberitahukan bahwa ia menemukan Salinan Babad Bagelen dan kemudian mereka mendokumentasikannya.
Hanya saja, disampaikan Iskandar Zulkarnaen, dalam kajian metodologi sejarah, infromasi pada Babad Bagelen tersebut masih termasuk dalam sumber sekunder karena bersumber dari catatan yang disalin pada tahun 1900-an.
Masih diceritakan Iskandar Zulkarnaen, dalam catatan tersebut juga diceritakan, Wiralodra pernah mendapat jabatan menjadi mantri di Desa Andong Banyuurip di Jawa.
Baca juga: Taman Cimanuk Indramayu Masih Favorit Wisatawan Untuk Jalan-jalan Sore, Bawa Anak-anak dan Kekasih
Saat itu, ia diberi pangkat Mantri Wiralodra, gelar tersebut merupakan jabatan dibawah lurah.
Di Desa Andong Banyuurip, Wiralodra bersama adiknya (Mantri Singapati) ditugaskan untuk mengepalai sebanyak 800 kepala keluarga petani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/makam-raden-bagus-arya-wiralodra-wiralodra-i-410.jpg)