Jumat, 1 Mei 2026

Tarif Rapid Test Antigen Jadi Rp 99 Ribu, Ini Komentar Warga Bandung, ''Jangan Jadi Asal Nyolok''

Ini komentar warga Kota Bandung menanggapi turunnya tarif rapid test antigen.

Tayang:
Tribun Jabar/Padna
Ilustrasi rapid test antigen. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Kesehatan menurunkan batasan tarif tertinggi biaya rapid test antigen pada Rabu (1/9/2021).

Tarif tertinggi rapid test antigen di Jawa-Bali menjadi Rp 99.000 dan untuk di daerah lain ditetapkan menjadi Rp 109.000. 

Masyarakat Bandung pun menyambut baik penurunan tarif rapid test antigen tersebut.

Mereka berharap ke depannya tarif tersebut kembali bisa lebih diturunkan, tanpa mengganggu kualitas pelayanan

Warga Hegarmanah, Kota Bandung, Peter Arifin (32), menyambut baik keputusan pemerintah tersebut.

Hal ini, katanya, meringankannya saat bepergian ke luar kota untuk bekerja.

"Syukurlah bisa turun sampai segitu harganya di mana-mana. Soalnya aneh juga karena di stasiun saja kan murah swab antigennya dari dulu. Ini, kok, mahal di klinik biasa. Kalau bisa turun lagi sih harganya," kata Peter di Gasibu, Kota Bandung, Kamis (2/9/2021).

Peter berharap dengan turunnya tarif rapid test antigen, masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya untuk berbagai kebutuhan, baik itu pekerjaan, ataupun kebutuhan medis.

Warga Padasuka, Kota Bandung, Andin Kharisma (40), pun menyambut baik kabar penurunan tarif rapid test antigen tersebut.

Ia berharap kebijakan pemerintah ini dipatuhi oleh semua penyelenggara jasa rapid test antigen.

"Saya berhap bener-bener dilaksanakan sama semua tempat. Jangan ada yang nakal. Kecuali memang ada pelayanan lainnya seperti biaya konsultasi, bisa lebih tarifnya," katanya.

Andin mengatakan ia pun berharap dengan penurunan tarif ini, tenaga kesehatan yang melayani jasa rapid test antigen tetap menjaga profesionalismenya.

"Jangan karena harganya turun, jadi enggak bener ngetesnya. Nyoloknya jadi asal atau malah jadi marah-marah, jangan atuh. Kan, gawat kalau malah jadi asal-asalan," katanya.

Ia pun merasa cukup dengan tarif rapid test antigen seperti yang ditetapkan pemerintah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved