Minggu, 19 April 2026

Pasar Terapung Floating Market Jadi Pilihan Wisatawan Saat Objek Wisata di Lembang Masih Tutup

Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampaknya tetap menjadi pilihan favorit bagi para wisatawan untuk menghabiskan waktunya terutama saat

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Suasana Floating Market Lembang, Minggu (29/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampaknya tetap menjadi pilihan favorit bagi para wisatawan untuk menghabiskan waktunya terutama saat akhir pekan meskipun objek wisatanya masih ditutup.

Pasalnya, di daerah berhawa sejuk ini banyak pilihan destinasi yang bisa dinikmati pelancong seperti tempat kuliner di Pasar Terapung Floating Market yang menyuguhkan berbagai macam sajian kuliner di atas perahu dengan harga murah meriah.

Sambil menikmati sajian kuliner, pelancong juga bisa menikmati indahnya danau buatan yang ada di Floating Market tersebut. Namun, wahana ini belum bisa dinikmati seperti naik perahu dan sebagainya karena hingga kini masih ditutup.

"Pengunjung yang datang kesini sudah ada terutama saat akhir pekan. Tapi tidak terlalu ramai karena hanya bisa menikmati sajian kuliner saja kalau destinasi wisatanya belum bisa," ujar Manajer Operasional Floating Market, Melani Karnadi kepada Tribun Jabar belum lama ini.

Ia mengatakan, setelah adanya kebijakan restoran bisa beroperasi, Pasar Terapung Floating Market ini memang menjadi pilihan para pelancong karena dengan mengusung konsep tempat kuliner outdoor bisa aman dari penyebaran Covid-19.

"Apalagi kedepannya, kita akan menerapkan syarat sudah vaksin bagi pengunjung dengan cara cukup menunjukan sertifikat saja," katanya.

FB

Syarat tersebut, kata dia, memang perlu dilakukan untuk antisipasi membludaknya pengunjung karena Pasar Terapung ini menyuguhkan pengalaman menikmati kuliner yang berbeda dengan tempat kuliner lain yang ada di kawasan Lembang.

"Karena kita mengambil ide dari pasar terapung di Kalimantan, jadi kalau di kawasan Lembang, ini merupakan tempat kuliner yang berbeda," ucap Melani.

Untuk menikmati kuliner di tempat ini, pengunjung tidak bisa membayar menggunakan uang, tetapi harus menggunakan koin yang nantinya ditukar dengan berbagai macam sajian kuliner yang diinginkan.

Suasana Floating Market Lembang, Minggu (29/8/2021).
Suasana Floating Market Lembang, Minggu (29/8/2021). (TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN)

Koin tersebut harus dibeli pengunjung di loket yang sudah tersedia dari mulai pecahan Rp 5 ribu hingga 10 ribu, sehingga cara bertransaksi seperti ini bisa membuat sensasi berbeda dalam menikmati kuliner di pasar terapung ini.

Baca juga: Pengunjung Restoran dan Penginapan TWGC Lembang Harus Bawa Sertifikat Vaksin, Kecuali Untuk Usia Ini

"Disini ada 49 kios kuliner yang mengusung konsep tempat kuliner di atas perahu. Tapi, cara transaksinya harus menggunakan koin," katanya.

Sementara untuk saat ini, kata Melani, pihaknya tengah mempersiapkan berbagai macam wahananya yang bisa dinikmati pengunjung lagi sebelum objek wisata di Bandung Barat diizinkan untuk beroperasi seperti biasa.

"Kalau (objek wisata buka) pengunjung diharapkan bisa datang lagi kesini. Kami akan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat supaya pengunjung bisa merasa aman dan nyaman," ujar Melani. (*)

Baca juga: Tempat Wisata Masih Tutup, Tapi Kunjungan ke Tempat Kuliner dan Penginapan di Lembang Menggembirakan

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved