Breaking News:

Belanja Rokok Gunakan Uang Palsu Dua Pria Diciduk Polisi di Sumedang, Ini Pecahan yang Dipakainya

Pria berinisial MAY (36)dan SS (31) hanya tertunduk lesu saat dihadirkan Kepolisian Resort Sumedang akibat mengedarkan uang palsu untuk belanja

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto tengah meminta keterangan terhadap kedua pelaku peredaran uang palsu di Aula Tribrata Mapolres Sumedang, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pria berinisial MAY (36) warga Kampung Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan SS (31) warga Kampung Tengger RT02/10, Desa Cigagade, Kecamatan Limbangan,  Kabupaten Garut hanya bisa tertunduk lesu saat dihadirkan pihak Kepolisian Resort Sumedang di hadapan awak media saat konferensi pers di Aula Tribrata Mapolres Sumedang, Rabu (25/8/2021). 

Kedua pria tersebut ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran uang palsu di Dusun Cidomas RT03/03, Desa Buana Mekar Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Minggu (22/8/2021).

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menuturkan, kasus peredaran uang palsu ini terbongkar saat para pelaku membelanjakan uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu di dua warung yang berada di wilayah Cibugel.

"Para pelaku berbelanja rokok, namun salah satu korban atau pemilik warung mencurigai uang yang digunakan pelaku untuk membeli rokok. Berdasarkan kecurigaan tersebut, korban langsung mengecek uang tersebut dengan alat detector dan ternyata uang tersebut palsu," ucap Eko Prasetyo Robbyatnto kepada TribunJabar.id di Aula Tribrata Polres Sumedang

Selain mengamankan dua orang pelaku, kata Eko, barang bukti yang turut diamankan polisi di antaranya pecahan uang palsu Rp 100 ribu sebanyak 50 lembar, 5 bungkus rokok berbagai merek, dan sejumlah barang bukti lainnya.

"Para pelaku mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seseorang di Majalengka. Kami masih melakukan pengejaran," kata Eko.

Berdasrakan hasil pemeriksaan, lanjut Eko, para pelaku mengaku baru pertama kali mengedarkan uang palsu.

"Para pelaku dijerat Pasal 36 ayat (2) dan ayat (3) Jo pasal 26 ayat (2) dan ayat (3) Undang – Undang RI 
Nomor 7/2011 tentang mata uang atau pasal 245 KUH Pidana dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. 

Sementara itu, SS, pelaku peredaran uang palsu mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seseorang yang berasal dari Kadipaten.

"Uang palsu tersebut saya dapatkan bukan dibeli, saya diberi oleh seseorang di daerah Kadipaten," kata Kapolres Sumedang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved