Breaking News:

Mahasiswa Sebut PPKM dan Ganjil Genap Tak Efektif, Kemiskinan Malah Naik dan Kerumunan Berpindah

Puluhan mahasiswa yang tergbung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bandung mendatangi Balai Kota Bandung untuk menyampaikan aspirasi, Selasa (24/8/)

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/TIAH SM
Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) Cabang Kota Bandung berunjuk rasa terkait PPKM dengan mendatangi Balai Kota Bandung,  Selasa (24/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG - Puluhan mahasiswa yang tergbung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bandung mendatangi Balai Kota Bandung untuk menyampaikan aspirasi, Selasa (24/8).

“Kami mahasiswa berharap pemerintah kota Bandung  meneruskan aspirasi kami  ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” ujar koordinator lapangan aksi demo, Muhammad Irsyad, di sela-sela aksi.

IMM minta hasil evaluasi PPKM dan transparansi data selama penanganan Covid-19.

Muhammad mencontohkan jumlah data kemiskinan di Indonesia dan data riil mengenai Covid-19 dan penanganannya.

“Selama ini yang diinformasikan hanyalah mengenai level, tanpa ada penjelasan kenapa harus diterapkan PPKM. Kami butuh penjelasan yang riil,” ujarnya.

Muhammad mengatakan, pihaknya menilai penerapan sistem ganjil genap dan 5 M, tidak efektif. Hal itu hanya memindahkan kerumunan dari satu titik ke titik yang lain.

“Bisa saja satu titik tidak ada kerumunan, namun kerumunan akan pindah ke tempat lain,” ujarnya.

Menurutnya, kemiskinan di Kota Bandung meningkat, hal itu sebagai indikasi bahwa kebijakan pemerintah merugikan warga miskin, pemerintah seolah tidak memperdulikan kepentingan warganya.

“Buktinya, di Kota Bandung saja angka kemiskinan meningkat hingga 30%,” katanya.

Muhammad, pihaknya meminta Pemkot Bandung mengevaluasi kinerja SKPD yang menangani masalah Covid-19 di Kota Bandung. Selain itu, juga meminta system penanganan covid diubah secara keseluruhan.

“Kami berharap aspirasi kami ini bisa sampai ke pemerintah pusat, sehingga bisa mengubah system penannganan Covid-19 di Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Mohammad mengatakan, jika aksinya ini tidak mendapat tanggapan dan tidak ada perubahan yang signifikan terkait sistem penanganan Covid-19 di Indonesia dan tidak ada transparansi data, maka pihaknya akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved