Cerita Prabowo Subianto soal Daging Silet di TNI dan Baju Putih jadi Coklat
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menceritakan istilah 'daging silet' saat masih di ABRI atau sekarang TNI.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menceritakan istilah daging silet saat masih di ABRI (TNI).
Diceritakan Prabowo Subianto lewat buku berjudul Kepemimpinan Militer.
'Daging silet' adalah daging satu kilogram yang dibagi untuk 16 orang.
Hal tersebut ditemukan Prabowo Subianto saat mengecek detail dapur dan perlengkapan anak buah.
'Daging silet' berarti daging yang dipotong tipis-tilis. Dilakukan agar setiap prajurit kebagian potongan daging.
“Karena daging setipis silet. Tragis,” tulis Prabowo dikutip pada Sabtu (14/8/2021).
Menurut Prabowo, hal lain yakni pakaian dalam prajurit yang warnanya sudah berubah menjadi coklat. Padahal, sebelumnya berwarna putih.
Prabowo temukan saat mengecek dapur dan perlengkapan anak buahnya.
Kebiasaan untuk memperhatikan anak buah dipelajari Prabowo dari Letjen TNI (Purn.) Himawan Soetanto.
Himawan, menurut Prabowo, adalah sosok komandan yang dekat dengan anak buah dan rutin mengecek kondisi anak buah.
“Dari Pak Himawan Soetanto tersebutlah, saya mempunyai kebiasaan mengecek detail dapur dan perlengkapan anak buah,” tulis Prabowo dalam bukunya.
Dalam diskusi daring bertajuk "Cerita Prabowo tentang Jenderal Orde Baru dan Emak-emak", Jumat (13/8) malam, Jurnalis Pertahanan dan Keamanan Harian Kompas, Edna C. Pattisina menyebut kejadian itu cukup menarik.
Sebab, membuatnya paham tentang buruknya manajerial pangan di institusi militer. Prabowo, sambung Edna, juga dibuat geram dengan kejadian tersebut.
Menurut Edna, Prabowo memutuskan masuk Akademi Militer (Akmil) tanpa sepengetahuan orang tuanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menhan-prabowo-dan-kri-nanggala.jpg)