Senin, 13 April 2026

Tes Keperawatan Ditiadakan untuk Perempuan Calon Prajurit TNI AD

Sebelumnya, tes keperawanan adalah satu dari rangkaian pemeriksaan kesehatan bagi perempuan calon prajurit TNI AD.

Kolase Tribun Jabar (Tribunnews)
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Pemeriksaan himen atau selaput dara bakal ditiadakan bagi calon prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Sebelumnya, tes keperawanan adalah satu dari rangkaian pemeriksaan kesehatan bagi perempuan calon prajurit TNI AD.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, mengatakan penghapusan tes keperawanan tersebut berdasarkan evaluasi proses rekrutmen TNI AD pada Mei lalu.

Selain itu, tidak ada lagi pemeriksaan secara khusus di bagian dalam alat kelamin dan serviks.

"Soal himen atau selaput dara, tadinya merupakan satu penilaian. Himennya utuh, himen ruptured (robek) sebagian, atau ruptured sampai habis. Sekarang tidak ada lagi penilaian itu," kata Andika Perkasa dalam keterangan persnya yang disampaikan lewat video, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: Bertugas Setelah Salat Subuh, Kaki Serka Dian Tertembak Peluru, Dijenguk KSAD Andika Perkasa

Menurut Andika Perkasa, pemeriksaan di bagian luar alat kelamin dan abdomen masih dilakukan dalam rangkaian tes kesehatan.

Secara umum, ucap KSAD, perbaikan dalam tes kesehatan juga dilakukan terhadap tes buta warna, kelainan tulang belakang, dan kesehatan jantung.

Evaluasi ini dilakukan agar proses seleksi lebih fokus, efektif, dan tepat. Misalnya dalam tes buta warna, TNI AD akan menerapkan dua instrumen tes.

"Yang kami ubah dalam tes buta warna, kami tambah berat tesnya," tuturnya.

Andika menyatakan, pada dasarnya, tes kesehatan dilakukan agar para calon prajurit terhindar dari peristiwa yang berpotensi menghilangkan nyawa mereka.

Baca juga: Tanda Sayang, Jenderal Andika Perkasa dan Hetty Gelontorkan Hadiah untuk Taruna Akmil, Rp 100 Juta

Selain itu, tes kesehatan juga untuk menghindari penularan penyakit kepada prajurit-prajurit lain yang mengikuti pendidikan dan pelatihan.

"Karena dalam pelatihan kan bersama-sama, bisa menularkan ke yang lain. Jangan sampai ada infeksi serius yang bisa menyebabkan kegagalan organ, karena ketika latihan akan ada pada kondisi fisik yang benar-benar mepet," ujar Andika Perkasa.

Karena itu, tes yang berkaitan untuk mencapai tujuan ini diperberat. Sementara itu, tes yang tidak memiliki relevansi terhadap tujuan pun ditiadakan.

"Maka ( tes kesehatan ) yang tidak ada lagi hubungannya tidak perlu lagi," katanya. (Penulis : Tsarina Maharani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI AD Hapus Tes Keperawanan Calon Prajurit Perempuan"

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved