Breaking News:

Demokrat Kritik Soal WNA Masuk Indonesia Saat PPKM: Pemerintah Jangan Main-main dengan Nyawa Rakyat

Pemerintah seakan mau menutup mata akan fakta kalau kita memiliki potensi kenaikan kasus dan munculnya varian baru Covid-19

(Dokumentasi Pribadi/Herzaky Mahendra Putra/Kompas.com
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI- Partai Demokrat mengkritisi kabar soal 34 tenaga kerja asing ( TKA ) asal China masuk Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (7/8/2021) lalu.

Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan Demokrat meminta pemerintah untuk tidak main-main dengan nyawa rakyat.

"Masalah kita sudah cukup berat dengan penularan Covid-19 yang begitu cepat dan masif dalam dua bulan terakhir akibat masuknya varian dari negara lain," katanya kepada Tribunjabar.id via pesan singkat, Senin (9/8/2021).

Bahkan, ucapnya, dalam dua bulan terakhir, nyawa 50 ribuan rakyat Indonesia hilang karena lemahnya antisipasi dan penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah menyusul merebaknya varian baru Covid-19.

"Kini, malah membiarkan WNA masuk ke Indonesia dari salah satu negara episentrum Covid-19. Pemerintah seakan mau menutup mata akan fakta kalau kita memiliki potensi kenaikan kasus dan munculnya varian baru seiring dengan maraknya WNA yang masuk ke Indonesia dari negara-negara episentrum Covid-19 di dunia," ujarnya.

Baca juga: China Berlakukan Pembatasan Perjalanan Besar-besaran guna Cegah Penyebaran Virus Corona Varian Delta

Ia juga mempertanyakan pemerintah yang dianggapnya tidak mau belajar dari kegagalan. Ia menyebut pemerintah tidak adil pada masyarakat karena membatasi kegiatan masyarakat dalam PPK, tetapi WNA masih bisa masuk.

"Apa pemerintah memang tidak pernah mau belajar dari kegagalan beberapa bulan ini? Tindakan pemerintah ini sangat tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Pemerintah begitu tegas dalam membatasi pergerakan masyarakat selama PPKM. Bahkan, ada masyarakat yang didenda dan dipidanakan," katanya.

Menurutnya, pemerintah tak menetapkan standar yang sama kepada WNA.

"Sama sekali belum menunjukkan ketegasan dalam melarang WNA masuk ke Indonesia. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan larangan terkait masuknya orang asing termasuk pekerja sejak 21 Juli 2021. Apakah warga kita bahkan mesti mengalami diskriminasi, bahkan oleh pemerintahnya sendiri?" kata Herzaky.

Ia meminta pemerintah untuk menunjukkan ketegasan dan keseriuzan menangani pandemi Covid-19.

"Tolong pemerintah tunjukkan ketegasan dan keseriusannya menangani pandemi covid-19 ini. Jangan main-main dengan nyawa rakyat," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved