Ketua Paguyuban Ormas Sebut Aksi Bonddilie Bukan Untuk Akhiri Hidup, Tapi Karena Pesan Penting Ini
Ketua Paguyuban Ormas Jabar, Suryana menilai aksi yang dilakukan Gan Bonddilie, Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran bukan percobaan bunuh diri
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Paguyuban Ormas Jabar, Suryana menilai aksi yang dilakukan Gan Bonddilie, Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) bukan percobaan bunuh diri.
Menurutnya, apa yang dilakukan Gan Bonddilie merupakan bagian dari aksi protes terhadap kebijakan pemerintah yang memperpanjang PPKM serta belum mengizinkan kafe dan restoran melayani pembeli secara dine in atau makan di tempat.
"Iya, itu memang bagian dari aksi, bentuknya melukai diri. Dia juga (melakukan) itu dengan penuh perhitungan. Jadi pesan yang disampaikan dalam aksi itu, keprihatinan dengan PPKM itu banyak kafe dan restoran yang gulung tikar," ujar Suryana, saat dihubungi, Kamis (5/8/2021).
Suryana mengaku mengenal sosok Bonddilie, sehingga Ia yakin bahwa aksi melukai diri yang dilakukan di halaman Balai Kota Bandung kemarin, merupakan tindakan yang sudah diperhitungkan sebelumnya.
"Enggak ada koordinasi dulu, cuma kita tahulah karakter dia seperti apa, kita juga memantau. Bukan bunuh diri, dulu beberapa hari ke belakang dia bilang mau menyampaikan kepada pemerintah, jadi kalau dikaitkan, aksi kemarin itu bagian dari upaya penyampaian pendapat," katanya.
Baca juga: Eva Rahmawati Ungkap Aksi Nekat Suaminya Gan Bonddilie Akhiri Hidup, Usaha Tutup, Cicilan Numpuk
Sebelum melakukan aksi melukai diri, kata dia, Bonddilie, sudah berupaya menyampaikan asiprasinya dengan berbagai cara, namun tidak membuahkan hasil.
"Mentok dia, sudah dialog, lobi-lobi, memasang bendera putih, tapi mentok usahanya. Makanya disimpulkan aksi kemarin itu penyampaian keprihatinan," ucapnya.
Sebelumnya, Gan Bonddilie Ketua Harian AKAR membuat geger Kota Bandung dengan aksi melukai diri di halaman Balai Kota Bandung kemarin.
Baca juga: AKAR Jabar: Upaya Mengakhiri Hidup Gan Bonddilie Bentuk Kekecewaan Terhadap Pemerintah Pusat
Hal itu dilakukan imbas dari aturan kebijakan PPKM yang belum mengizikan restoran dan kafe di Kota Bandung melayani secara dine in atau makan di tempat. (*)