Breaking News:

Aksi Akhiri Hidup di Bandung

Eva Rahmawati Kaget Suaminya Gan Bonddilie Nekat Lukai Diri

Eva Rahmawati, Istri KetuaKetua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR), Gan Bonddilie, ungkap aksi nekat suami akhiri hidup.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Kisdiantoro
dok. majalaya.id
ILUSTRASI --- Remaja Majalaya kritisi PPKM 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Eva Rahmawati, istri Gan Bonddilie mengaku kaget, suaminya yang merupakan Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR)
nekat melukai diri.

Gan Bonddilie nekat melukai diri, di pintu masuk Balai Kota Bandung pada Rabu 4 Agustus 2021. Akibatnya, Gan Bonddilie menderita luka tusuk di bagian leher dan perutnya pasca kejadian tersebut. Kini, dia masih menjalani perawatan di rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Enggak, saya tidak tahu banget. Di luar dugaan," ujar Eva, saat dihubungi, Kamis (5/8/2021).

Menurut Eva, suaminya nekat melakukan aksi tersebut lantaran beban yang ditanggungnya sebagai Ketua harian AKAR terbilang berat.

Selama ini, kata dia, pendapatan suaminya berkurang hingga 80 persen. Akibatnya, Eva mengaku kesulitan membayar sejumlah cicilan yang harus tetap dibayarkan selama pembatasan.

"Walaupun dikatakan ada keringanan tapi kan tetap saja faktanya bayar, bukan kita gak mau bayar, kita pasti bayar kalau ada juga kita mah pasti bayar," ucapnya.

Sebelumnya, Gan Bonddilie melakukan upaya bunuh diri di halaman Balai Kota Bandung, Rabu 4 Agustus 2021.

Seorang saksi, Jajang Jaenudin (35) mengaku sempat menerima telepon dari Bondbond yang menginformasikan bakal menggelar aksi di Pemkot Bandung.

"Sebelum akan melakukan percobaan bunuh diri (melukai diri) menelpon saksi mengatakan bahwa korban akan melakukan aksi di depan Pemkot Bandung di Jalan Wastukencana Nomor 2 Bandung," ujar Jajang.

Namun, setibanya di pintu masuk, Jajang justru sudah mendapati korban tergeletak di tengah jalan dengan kondisi terluka di leher bagian kiri dan perut bagian kanan. Terlihat pula adanya sebilah pisau yang diduga digunakan oleh korban untuk melukai diri.

Jajang menyebut, aksi tersebut dilakukan korban terkait kebijakan Pemerintah Kota Bandung yang belum memberikan izin restoran dan kafe di Kota Bandung melayani secara dine in atau makan di tempat.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved