Breaking News:

Sosok Ini yang Bentuk Karakter Pantang Menyerah Apriyani Rahayu, Selalu Dampingi Saat Junior

Ada sosok penting yang membuat karakter Apriyani Rahayu terbentuk. Dia adalah sang ibu yang sudah tiada.

Editor: Giri
Alexander NEMENOV / AFP
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Alexander NEMENOV / AFP) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ada sosok penting yang membuat karakter Apriyani Rahayu terbentuk. Apriyani yang berpasangan dengan Greysia Polii mempersembahkan satu-satunya medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Bertarung di nomor ganda putri, pasangan Apriyani-Greysia mengalahkan pasangan Cina, Senin (2/8/2021).

Di mata sang ayah, Apriyani merupakan anak yang keras, keras dalam arti tidak mudah menyerah dan terus berusaha meski dengan kondisi terbatas.

Sang ayah mengaku, didikan itu semua dilakukan oleh almarhumah ibu Apriyani.

"Kalau sosok dari Apriyani itu keras, keras dia, maunya harus menang. Dari kecil memang dididik. Pertama yang mendidik bukan saya, ibunya, almarhumah," ujar Ameruddin, ayah Apriyani.

Ameruddin menuturkan, sejak anaknya menyukai bulu tangkis, bahkan sebelum ia masuk sekolah dasar, Ameruddin mengarahkan anaknya agar terus berlatih bulu tangkis.

Apri mulai latihan di Gedung Sarana Kegiatan Bersama (SKB) Unaaha, Kabupaten Konawe, yang berjarak sembilan kilometer dari rumahnya.

Almarhumah Siti Djauhar adalah sosok Ibu yang sukses mendidik Apriyani Rahayu dalam olahraga bulu tangkis dari umur tiga tahun sampai beliau wafat pada tahun 2015 lalu.
Almarhumah Siti Djauhar adalah sosok Ibu yang sukses mendidik Apriyani Rahayu dalam olahraga bulu tangkis dari umur tiga tahun sampai beliau wafat pada tahun 2015 lalu. (Instagram)

Saat duduk di kelas enam SD, prestasinya semakin cemerlang.

Apriyani lalu ikut Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sultra di Kota Raha, Kabupaten Muna pada 2007 dan meraih juara II.

Ameruddin, sang ayah adalah pegawai di UPTD Dinas Pertanian Konawe.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved