Sosok Ini yang Bentuk Karakter Pantang Menyerah Apriyani Rahayu, Selalu Dampingi Saat Junior
Ada sosok penting yang membuat karakter Apriyani Rahayu terbentuk. Dia adalah sang ibu yang sudah tiada.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ada sosok penting yang membuat karakter Apriyani Rahayu terbentuk. Apriyani yang berpasangan dengan Greysia Polii mempersembahkan satu-satunya medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.
Bertarung di nomor ganda putri, pasangan Apriyani-Greysia mengalahkan pasangan Cina, Senin (2/8/2021).
Di mata sang ayah, Apriyani merupakan anak yang keras, keras dalam arti tidak mudah menyerah dan terus berusaha meski dengan kondisi terbatas.
Sang ayah mengaku, didikan itu semua dilakukan oleh almarhumah ibu Apriyani.
"Kalau sosok dari Apriyani itu keras, keras dia, maunya harus menang. Dari kecil memang dididik. Pertama yang mendidik bukan saya, ibunya, almarhumah," ujar Ameruddin, ayah Apriyani.
Ameruddin menuturkan, sejak anaknya menyukai bulu tangkis, bahkan sebelum ia masuk sekolah dasar, Ameruddin mengarahkan anaknya agar terus berlatih bulu tangkis.
Apri mulai latihan di Gedung Sarana Kegiatan Bersama (SKB) Unaaha, Kabupaten Konawe, yang berjarak sembilan kilometer dari rumahnya.
Saat duduk di kelas enam SD, prestasinya semakin cemerlang.
Apriyani lalu ikut Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sultra di Kota Raha, Kabupaten Muna pada 2007 dan meraih juara II.
Ameruddin, sang ayah adalah pegawai di UPTD Dinas Pertanian Konawe.
Sementara Siti Djauhar hanya ibu rumah tangga.
Hasil kerja kerasnya pun tidak sia-sia.
Di beberapa pertandingan tingkat provinsi, untuk kelas junior, Apri selalu gemilang.
Ameruddin menuturkan, ibu Apriyani adalah orang yang paling mendukung impian anaknya.
Sang ibu bahkan selalu mendampingi anaknya bertanding, apalagi saat masih di level junior.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/greysapri-dengan-medali-emas.jpg)