Breaking News:

Naluri Liarnya Masih Ada Meski Sudah 3 Bulan Buaya dari Kawalu Tasikmalaya di Kandang BKSDA Ciamis

Seekor buaya betina usia 3 tahun dengan panjang tubuh sekitar 2 meter dan bobotnya sekitar 50 kg sudah 3 bulan ini menghuni kandang khusus di bagian

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI
Sudah tiga bulan ini buaya muara menghuni kandang khusus di BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis, Rabu (4/8/2021). Buaya betina muda ukuran panjang tubuh 2 meter dan berat 50 kg tersebut hasil penyerahan langsung warga Kawalu Tasikmalaya. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Seekor buaya betina usia 3 tahun dengan panjang tubuh sekitar 2 meter dan bobotnya sekitar 50 kg sudah 3 bulan ini menghuni kandang khusus di bagian belakang kantor BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis.

“Buaya tersebut hasil penyerahan langsung dari seorang warga dari Kawalu Tasikmalaya, ” ujar Dede Nurhidayat S.Hut fungsional konservasi di BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis kepada Tribun Rabu (4/8).

Warga dari Kawalu Tasikmalaya tersebut dengan kesadaran sendiri menyerahkan buaya peliharaannya tersebut. Dan menyadari bahwa buaya adalah satwa yang dilindungi.

Warga tersebut termasuk orang berada, dan tidak akan kesulitan menyediakan makanan untuk buaya peliharaannya itu.

Buaya masih usia muda tersebut rencananya akan dititipkan ke Pusat Penyematan Satwa (Animal Rescue Center) Cikananga Sukabumi.

Karena di PPS Cikananga kokasi penitipan buaya lagi penuh untuk sementara buaya tersebut ditransit dulu di kandang khusus di BKSDA Wilayah III Jabar di Kompleks Perkantoran Kertasari Ciamis tersebut.

Karena kondisi jinak sebagai hewan peliharaan, buaya dari Kawalu Tasikmalaya tersebut rencananya akan dititipkan ke PPS Cikananga untuk direhablitasi sebelum dilepas liar ke habitatnya yakni muara sungai.

Baca juga: Warga Pangandaran Dikejutkan Dengan Penampakan Buaya di Sungai Citanduy, Bukan Hanya Satu

“Jenis buaya ini adalah buaya muara. Kondisinya sehat dan masih punya naluri liar yang bisa membahayakan,” katanya.

Setiap hari  buaya tersebut disiram dengan air untuk menjaga kelembaban tubuhnya. Sedangkan setiap tiga hari sekali diberi makan sekitar 1 kg daging ayam.

Menyusul adanya informasi beberapa hari lalu, adanya warga yang memergoki buaya di muara Sungai Citanduy Majingklak Kalipucang Pangandaran, menurut Dede, pihak BKSDA sudah mendalami informasi  untuk melakukan pengecekan dan pencaian di lapangan.

Sebelumnya juga ada informasi keberadaaan buaya di muara Karang Tirta Sukaresik Pangandaran.

“Kami perlu  mengingatkan masyarakat yang biasa beraktivitas di muara sungai untuk selalu waspada. Mengingat muara sungai merupakan habitatnya buaya. Yakni jenis buaya muara,” ingat Dede.

Yang perlu diwaspadai menurut Dede,  kebiasaan buaya bila bergerak di air tidak menmbulkan riak-riak, tiba-tiba bisa langsung nongol tanpa diketahui. Bisa langsung  nongol dan berhadapan dengan masyarakat yang sedang beraktivitas di muara.

“Beda dengan biyawak, bila melakukan pergerakan di air, airnya akan beriak, bergelombang. Sementara buaya tidak menimbulkan riak, air tetap tenang termasuk saat memburu mangsanya dalam air,” katanya. (*)

Baca juga: Detik-detik Dadang berhasil Selamat dari Terkaman Buaya, Lakukan Ini Agar Selamat Meski Kaki Patah

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved