Cerita Wahyana, Wasit Asal Gunungkidul yang Pimpin Final Tunggal Putri Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo

Ada keterlibatan guru olahraga SMP N 4 Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di Olimpiade Tokyo 2020.

Editor: Giri
Wahyana saat di Tokyo, Jepang. Wahyana merupakan wasit yang memimpin partai final nomor tunggal putri cabang bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. (Dok. Wahyana via kompas.com) 

Tak berhenti di sana, Wahyana kembali mengikuti BWF Accreditation dan mendapatkan sertifikasi atau lisensi tertinggi pada tahun 2016. 

Berbagai kejuaraan yang juga ia pimpin mulai dari SEA Games, ASEAN Games, Kejuaraan Dunia, Paralimpic, Piala Sudirman, Piala Thomas/Uber, World Tour Finals, dan lainnya.

Total sudah ada 77 negara yang disinggahinya sebagai wasit pertandingan.

Disinggung memimpin pertandingan saat pandemi, Wahyana mengatakan ada perbedaan yang signifikan.

Saat ini, da tidak bisa pergi secara bebas untuk berisitirahat atau melepas kejenuhan keluar hotel.

Sejak 24 Juli sampai 1 Agustus 2021 rata-rata dua sampai empat pertandingan dia pimpin.

"Ya, jelas berbeda, biasanya ramai penonton. Saat pandemi seperti saat ini boleh dikatakan kita kayak orang karantina ya. Masuk hotel tidak boleh keluar hotel. Masuk stadion, enggak boleh ke mana-mana, jadi hanya stadion-hotel terus," ucap Wahyana.

Meski Olimpiade menjadi puncak kariernya, namun ada salah satu yang cukup berkesan selama memimpin pertandingan, yakni setiap pertemuan legenda Lee Chong Wei asal Malaysia dan Lin Dan asal Cina.

Sebagai musuh abadi dalam pertandingan, keduanya selalu menampilkan pertandingan seru.

Selain itu, pengalaman berkesan juga ia rasakan saat  memimpin final Uber dan Thomas Cup.

Tahun ini, masih ada tiga pertandingan internasional yakni Indonesia Master, Indonesia Open Super Tour 1000, dan BWF Final Tour yang akan dihelat akhir November-awal Desember 2021 mendatang di Bali.

Dia sebenarnya masih memiliki satu pertandingan di Spanyol tetapi dibatalkan karena tidak mungkin mengurus visa dalam waktu singkat.

Dikatakannya, minat untuk menjadi wasit muda sudah mulai banyak.

Namun demikian ada kendala yang dihadapi yaitu saat para wasit ini tidak bisa berbahasa inggris.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved