Asosiasi Pengusaha Kuliner Minta Jumlah Pengunjung yang Makan di Tempat Dinaikkan Jadi 50 Persen

Menurut Isa, selama penerapan PPKM Level 4 maupun 3, omset pengusaha kuliner telah turun sampai 77 persen. 

Editor: Ravianto
Tribun Jabar / Ahmad Imam Baehaqi
Penjual Gorengan dan Angringan Kaget Didatangi Personel Polresta Cirebon, Diminta Tutup Setelah Diberi Sembako Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Wajah Mashur (56) tampak kaget saat melihat kedatangan petugas patroli PPKM darurat dari Polresta Cirebon, Jumat (16/7/2021) malam. Bahkan, ia tampak terburu-buru mengemasi lapak dagangannya yang berada di wilayah Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Namun, petugas keburu tiba dilapaknya saat Mashur belum selesai mengemasi dagangannya sehingga wajahnya pun tampak hanya tertunduk. "Bapak, tahu salahnya apa? Kenapa masih buka?" tanya petugas kepada Mashur. Selanjutnya petugas meminta Mashur segera menutup dagangannya karena telah melewati batas jam operasional PPKM darurat, yakni hingga pukul 20.00 WIB. Bahkan, petugas juga memberikan paket sembako sebagai ganti untung agar Mashur menutup lapaknya saat itu juga. "Ini sembako buat Bapak, tapi besok jualannya harus tutup jam 8 malam, ya," ujar petugas. Mashur yang terlihat kaget itupun segera menyampaikan terima kasih kepada petugas Polresta Cirebon atas bantuan yang diberikan. "Terima kasih untuk bantuannya, Pak, ini buat makan," kata Mashur yang kala itu mengenakan kasu bercorak garis-garis. Ia mengakui pada mulanya sempat kaget saat lapaknya didatangi petugas Polresta Cirebon yang berpatroli PPKM darurat. Pihaknya juga berjanji kepada petugas Polresta Cirebon, bahwa mulai besok akan mematuhi aturan PPKM darurat. "Kalau penghasilan masih ada dari jualan ini, tapi memang tidak sebanyak biasanya," ujar Mashur. Sementara Nuryono (43), penjual angkringan di Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, tampak meminta maaf kepada petugas. Sebab, ia masih melayani pembeli makan di tempat meski seharusnya selama PPKM darurat hanya melayani pemesanan untuk dibawa pulang. "Zaman lagi susah, Pak, kalau menolak khawatir enggak jadi beli, dan dagangan saya enggak laku," kata Nuryono. Para petugas yang berpatroli terlihat nenerima permintaan maaf Nuryono dan meminta agar lapaknya segera ditutup. Petugas pun menberikan ganti untung berupa paket sembako kepada Nuryono dan PKL lainnya. "Saya kasih sembako, tapi Bapak tutup angkringannya, dan mulai besok harus ditutup pukul 8 malam" kata KBO Satuan Sabhara, Iptu Hesti Kristi, yang mrmimpin operasi tersebut. Kepsyen foto Petugas Polresta Cirebon saat memberikan paket sembako sebagai ganti untung agar PKL menutup lapaknya dalam patroli PPKM darurat di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (16/7/2021) malam 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) meminta pemerintah melonggarkan kapasitas pengunjung untuk makan di tempat atau dine in minimal sebesar 50 persen.

Pengurus Apkulindo sekaligus Pemilik (Owner) dari Bakso Rusuk Jos, Isa Juarsa mengatakan, kapasitas pengunjung makan di tempat sebesar 25 persen pada saat ini, hanya mampu menutup biaya operasional. 

"Pemilik (owner) tidak ada profit, tapi jika dine in 50 persen owner baru bisa menabung buat bayar utang yang menumpuk. Kalau bisa beri minimal 50 persen dine in dengan jam operasional hingga pukuk 21.00,” kata Isa, Senin (2/8/2021).

Menurut Isa, selama penerapan PPKM Level 4 maupun 3, omset pengusaha kuliner telah turun 77 persen. 

“PPKM Level 4, alhamdulillah pemerintah telah berhasil menurunkan omset pengusaha kuliner sebesar 77 persen. Faktor utamanya sebab tidak diizinkan dine in dan blokade akses resto," ucapnya. 

Ia menyebut, PPKM Level 4 yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia hanya mengizinkan makan di tempat paling lama 20 menit, dan hanya berlaku pada pemilik usaha warung kecil dengan kapasitas tiga orang.

Sedangkan, untuk rumah makan atau kafe dan restoran yang berada di gedung atau toko hanya diizinkan membuka layanan pesan antar (take away).

Bendahara Apkulindo sekaligus pemilik Manaree Bakery, Ayang Agus menambahkan, omset penjualan usahanya telah turun hingga 70 persen selama diterapkannya PPKM Level 4.

Hal ini disebabkan, karena pesanan produk roti yang biasa dikirim kepada konsumennya turun signifikan.

Terkait pembatasan, Ayang meminta agar aturan makan di tempat lebih dilonggarkan, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. 

“Harapan kami regulasi lebih dilonggarkan, artinya boleh untuk makan di tempat tapi tidak membuat kerumunan. Artinya aktivitas tidak terlalu dibatasi dengan waktu operasional yang lebih panjang," ujar Ayang.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved