Jumat, 17 April 2026

Olimpiade Tokyo 2020

Rahasia Sukses Rahmat Erwin Raih Perunggu Olimpiade 2020 Dibuka sang Ibu yang Eks Atlet Angkat Besi

Salah satu atlet angkat besi Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, sukses membuat kejutan ketika berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Editor: Hermawan Aksan
Vincenzo PINTO / AFP
Atlet Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berpose dengan medali perunggunya di podium untuk upacara kemenangan kompetisi angkat besi 73kg putra Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo pada 28 Juli 2021. 

TRIBUNJABAR.ID - Salah satu atlet angkat besi Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, sukses membuat kejutan ketika berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Rahmat Erwin Abdullah meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 di kelas 73 kg putra, Rabu (28/7/2021) malam WIB.

Keberhasilan Rahmat Erwin meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 tentu sangat membanggakan.

Pasalnya, Rahmat Erwin, yang kini masih 20 tahun, berstatus debutan pada Olimpiade Tokyo 2020.

Karena itu, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) hanya menargetkan Rahmat Erwin menembus delapan besar kelas 73 kg.

Baca juga: Kata Anthony Ginting Menjelang Semifinal Olimpiade 2020 Lawan Chen Long dari Cina

Persaingan sengit di kelas 73 kg putra Olimpiade Tokyo 2020 juga menjadi alasan Rahmat Erwin hanya ditargetkan masuk delapan besar.

Rahmat Erwin harus tampil di Grup B kelas 73 kg putra karena total angkatannya yang didaftarkan hanyalah 320 kg.

Di sisi lain, total angkatan terendah yang didaftarkan sembilan atlet di Grup A adalah 330 kg sementara yang tertinggi mencapai 355 kg.

Meski harus tampil di Grup B, Rahmat Erwin tetap berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Rahmat Erwin sukses menjadi lifter terbaik di Grup B kelas 73 kg putra Olimpiade Tokyo 2020 dengan total angkatan 342 kg.

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, saat bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.
Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, saat bertanding di Olimpiade Tokyo 2020. (Kompas.com)

Perincian dari total angkatan Rahmat Erwin adalah 152 kg snatch dan 190 kg clean & jerk.

Rahmat Erwin kala itu unggul 22 kg atas pesaing terdekatnya, Jorge Adan Cardenas (Meksiko), yang harus puas menempati urutan kedua Grup B.

Pemuda asal Makassar itu akhirnya berhak meraih medali perunggu setelah total angkatan tujuh lifter di Grup A lebih rendah dari pencapaiannya.

Total angkatan Rahmat Erwin hanya kalah dari Si Zhiyong (Cina) dan Mayora Pernia Julio Ruben (Venezuela).

Shi Zhiyong berhak mendapatkan medali emas setelah mengukir rekor Olimpiade total angkatan 364 kg.

Baca juga: Final Bulu Tangkis Ganda Putri Olimpiade 2020, Pasangan Cina: Greysia/Apriyani Sangat Kuat

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved