Terdampak PPKM Level 4, Pengusaha Hotel dan Restoran di Kabupaten Bandung Sudah Sesak Napas
Penerapan PPKM darurat hingga PPKM Level 4 membuat usaha perhotelan dan restoran di Kabupaten Bandung sesak nafas karena tidak ada penghasilan
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNKABAR.ID, BANDUNG- Penerapan PPKM darurat hingga PPKM Level 4 membuat usaha perhotelan dan restoran di Kabupaten Bandung sesak nafas.
Ketua PHRI Kabupaten Bandung, Use Juhaya mengaku, dampak adanya PPKM terhadap pengusaha hotel dan restoran sangat besar.
"Sejak awal pandemi hotel dan restoran terpuruk, sektor pariwisata ditutup. Lalu ada kelonggaran untuk 30 - 50 persen, tapi setelah PPKM darurat ini kami sudah turun drastis lagi," ujar Use, saat dihubungi tribun jabar, melalui telepon selulernya, Kamis (29/7/2021).
Menurut Use, okupansi hotel dan pendapatan restoran sangat menurun.
"Jadi untuk okupansi hotel di Kabupaten Bandung itu, mungkin hanya 5 persen, itu artinya dari segi bisnis rugi sekali," ucap Use.
Baca juga: Bendera Putih di Bandung, Protes PPKM: Gak bisa Dong Utamakan Kesehatan Tanpa Dukungan Ekonomi
Use memaparkan, untuk restoran turunnya banyak sekali, antara 50-80 persen, tergantung lokasi.
"Tergantung lokasi juga karena untuk mengandalkan take away itu, banyak juga restoran yang sifatnya resort, yang memberi suasana kalau hanya take away atau dibungkus di restoran yang mewah, ya mahal jadinya," kata Use.
Use menjelaskan, orang datang itu tak sekedar makan, tapi menikmati suasana yang ada, sehingga pihaknya bukan hanya produksi makan saja tapi termasuk fasilitas.
"Kalau kondisi seperti itu (hanya take away) mana mau masyarakat membeli dengan harga tinggi, hanya sekedar dibungkus. Kondisi sekarang, sudah sangat sesak nafas bagi sebagian besarnya (pengusaha hotel dan restoran)," tuturnya.
Use memaparkan, ada sebagian hotel dan restoran tutup tapi tak tahu persis ada berapa hotel atau penginapan, dan rumah makan yang tutup.
"Kondisinya macam-macam ada yang tutup ada yang buka dengan setengah pegawainya bergiliran. Kalau yang tutup kurang tahu persis belum ada yang lapor resni, secara kasat mata ada sekitar 2 penginapan dan 10 restoran (tutup)," katanya.
Menurut Use, hari ini sudah mulai ada yang mengibarkan bendera putih, meski rencananya memang mempersiapkan besok.
"Saya sebagai ketua PHRI Kabupaten Bandung tak bisa menghalangi ekspresi mereka," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bendera-putih-di-bandung-tanda-protes.jpg)