Penjual Bendera Mulai Marak di Kota Bandung, tak Pernah Diobrak-abrik Satpol PP, Ini Alasannya
Meski baru akhir bulan Juli, penjual sudah mulai memajang beragam jenis aksesori untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI, seperti bendera merah putih.
Penulis: Shania Septiana | Editor: Hermawan Aksan
Laporan wartawan Tribun Jabar, Shania Septiana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pedagang musiman yang menjual bendera dan atribut menjelang perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai marak di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat.
Meski baru menjelang akhir bulan Juli, penjual sudah mulai memajang beragam jenis aksesori untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI, seperti bendera merah putih, umbul-umbul, dan lambang Garuda Pancasila.
Salah seorang pedagang bendera musiman, Yayan (32), mengaku, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, dia tetap menjajakan berbagai jenis bendera, terlebih sedang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
"Saya udah jualan dari tanggal 25 Juli. Itu kan masih PPKM. Kalau penjual bendera itu gak pernah diobrak-abrik dagangannya sama Satpol PP. Mungkin karena ini kan salah satu lambang negara ya," ucapnya saat ditemui Tribunjabar.id, Kamis (29/7/2021).
Sudah lima tahun warga asal Garut itu berjualan bendera menjelang HUT RI di kawasan Kosambi, Kota Bandung.
Menurut dia, di luar musim Agustusan tidak ada sama sekali orang yang membeli bendera ataupun atribut lainnya.
"Waktu sebelum pandemi, dalam satu hari saya bisa dapat Rp 2-5 juta. Tahun 2020 penurunan penjualan sampai 40%," ujarnya.
Yayan menjual beragam jenis bendera, mulai bendera ukuran kecil yang dibanderol dengan harga Rp 5 ribu, bendera merah putih dan umbul-umbul berkisar Rp 25 - 30 ribu/lembar, hingga bendera background dengan panjang 10 meter kisaran harga Rp 250 ribu.
"Kalau sudah mendekati tanggal 17 Agustus, banyak instansi pemerintahan atau dari perusahaan belanja sama saya."
Baca juga: 2,5 Persen dari Gaji ASN di Cianjur akan Dialokasikan Bantu Warga Terdampak Covid-19
"Biasanya mereka beli bendera background."
"Ada juga kolektif dari RT atau RW yang buat hiasan di kampungnya itu biasanya bendera-bendera kecil," ucapnya.
Setiap hari, Yayan berjualan dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Biasanya Yayan dengan beberapa penjual bendera lainnya akan berhenti berjualan tanggal 16 Agustus.
"Pendapatan tahun ini belum bisa diprediksi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/penjual-bendera-merah-putih-di-kosambi-kota-bandung.jpg)