Breaking News:

Seiring PPKM Level 3 Diberlakukan, Harga Ayam Pejantan di Sentra Ayam Ciamis Mulai Bergerak Naik

Menyusul diberlakukannya PPKM Level 3 sejak Senin (26/7) harga ayam pejantan di kandang peternak di sentra produksi ayam layer jantan mulai naik

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
TRIBUN JABAR/ANDRI M DANI
Peternak ayam di Ciamis 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Harga ayam ras pedaging jenis layer jantan (pejantan) di tingkat peternak di Ciamis  saat diberlakukannya PPKM Darurat pertengahan Juli sempat tersungkur ke angka Rp 16,000-Rp 17.000/kg hidup (livebird).

Peternak tentu saja menanggung rugi yang tidak sedikit, mengingat biaya pokok produksi (BBP/BEP) masih dikisaran Rp 26.000-Rp 27.000/kg. Sementara realisasi harga tanggal 22/7 sampai beberapa hari berikutnya, masih dikisaranRp 16.000-Rp 17.000/kg.

Menyusul diberlakukannya PPKM Level 3 sejak Senin (26/7) harga ayam pejantan di kandang peternak di sentra produksi ayam layer jantan nasional di Ciamis mulai bergerak naik.

“Hari ini harga ayam pejantan di kandang sudah di angka Rp 19.000-Rp 20.000/kg. Ada kenaikan dikit. Tapi masih di bawah BEP,” ujar H Komar Hermawan,  peternak ayam pejantan yang juga pemilik Kawali PS (poultry shop) kepada Tribunjabar.id Rabu (28/7).

Adanya kenaikan harga ayam pejantan di tingkat peternak tersebut menyusul adanya peningkatan daya serap pasar. Menyusul diberlakukannya PPKM Level 3 dan Level 4, warung makan boleh buka dan melayani pembeli makn di tempat, Meski dibatasi jumlah orang dan waktu makannya. Beda dengan saat PPKM Darurat, warung makan hanya melanyani pembeli makanan yang untuk dibawa pulang (take away).

Diperlakukannya PPKM Level 3 maupun Level 4, dengan diperbolehkannya warung makan melayani pembeli makan di tempat (dine in) meski dibatasi jumlah orang dan waktu makannya tersebut, diperkirakan telah berdampak pada meninfgkatnya daya serap pasar untuk daging ayam potong. Terutama ayam ras pedaging layer jantan (pejantan) yang umum digunakan di rumah makan, warung makan maupun restoran.

Ciamis sebagai sentra produksi ayam pejantan nasional, dalam kondisi normal, tiap minggunya ada sekitar 800.000 sampai 1 juta ekor ayam pejantan dipanen. Dan 75 % dipasok ke pasar potensial di kawasan Jabodetabek dan Bandung yang kini sedang memberrlakukan PPKM Level 4.

Serta juga memasok kebutuhan daging ayam pejantan di daerah yang kini menerapkan PPKM Level 3, seperti Banjar, Pangandaran, Cirebon maupun Ciamis sendiri. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved