Jumat, 17 April 2026

Raja Bulutangkis Dunia Kento Momota Tersingkir di Olimpiade Tokyo: Sulit Bagi Saya Menghadapi Ini

Tanpa diduga sebelumnya, pebulutangkis tunggal putra unggulan Jepang di Olimpiade Tokyo 2020, Kento Momota tersingkir di babak penyisihan grup A

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
BWF/SHI TANG/BADMINTONPHOTO

TRIBUNJABAR.ID,TOKYO-  Tanpa diduga sebelumnya, pebulutangkis tunggal putra unggulan Jepang di Olimpiade Tokyo 2020, Kento Momota tersingkir di babak penyisihan grup A bulutangkis Olimpiade Tokyo.

Kento Momota, raja bulutangkis dunia karena menduduki peringkat pertama dunia, takluk di babak penyisihan grup A oleh pebulutangkis tunggal putra Korea Selatan, Heo Kwang Hee pada Rabu (28/7/2021).

Semakin mengejutkan, Kento Momota takluk dengan dua set langsung, 15-21 dan 19-21 oleh Heo Kwang Hee, pebulutangkis dengan ranking 38 dunia. 

Olimpiade Tokyo 2020 jadi pengalaman buruk Kento Momota. Apalagi, dia jadi unggulan Jepang untuk mendulang emas oleh negaranya.

Baca juga: MENGEJUTKAN, Raja Bulutangkis Nomor 1 Dunia, Kento Momota Tersingkir di Olimpiade Tokyo 2020

Di laga itu, Kento Momota sebenarnya sempat tampil ciamik di awal set pertama dengan selalu unggul atas poin dari lawannya, Heo Kwang Hee.

Namun, petaka bagi Kento Momota hadir sebelum jeda interval gim pertama tatkala Heo berhasil membalikkan keadaan. Selepas jeda, Heo Kwang Hee tampil solid dengan selalu unggul dalam perolehan angka atas Kento Momota.

Kalah pada gim pertama membuat Kento Momota langsung tampil agresif pada gim selanjutnya. Di sisi lain, Heo Kwang-hee mampu memberikan perlawanan yang sengit hingga masa jeda interval kedua.

Usai jeda interval kedua, tensi semakin memanas ketika Kento Momota berupaya keras mengejar ketertinggalan. Tiga kali Kento Momota berhasil menyamakan kedudukan, tetapi usaha yang dilakukannya berakhir dengan sia-sia.

Kento Momota sendiri sempat mengalami kecelakaan tahun lalu. Namun, Kento Momota memastikan itu tidak mempengaruhi kualitas fisiknya.

“Saya tidak berpikir kecelakaan itu mempengaruhi saya. Sebelumnya, saya bisa pulih selama pertandingan, tetapi hari ini saya tidak bisa. Saya pikir saya bergerak dengan baik. Setelah lawan saya memimpin di game pertama, saya tidak bisa pulih seperti biasanya. Ada banyak hal yang terjadi pada saya, tetapi saya masih bisa terlibat dengan Olimpiade di Tokyo, saya sangat menghargai itu," kata Momota, dikutip dari BWF.

Banyak yang tidak menyangka Momota bisa tersingkir secepat ini. Orang juga menduga final tunggal putra badminton Indonesia akan mempertemukan Momota dengan tungal putra dari Indonesia, baik itu Anthoni Ginting maupun Jonatan Christie.

Kento Momota meminta maaf tidak memberikan yang terbaik di ajang ini saat bermain sebagai tuan rumah.

“Saya berterima kasih atas semua dukungan yang saya terima. Maaf saya tidak bisa memenuhi semua harapan orang-orang terhadap saya. Sulit bagi saya untuk menghadapi ini. Saya mencoba untuk menjadi agresif, tetapi saya tidak bisa tetap kuat secara emosional. Kondisi fisik saya baik-baik saja. Bermain di level normal saya sulit, tetapi itu adalah pengalaman yang bagus untuk berada di sini," kata dia.

Heo Kwang Hee mengatakan dia tetap pada rencana permainannya dan terkejut bahwa dia berhasil mengalahkan unggulan teratas.

“Saya hanya tetap agresif sepanjang pertandingan. Saya tidak benar-benar berharap untuk menang karena dia memiliki rekor yang luar biasa. Saya hanya mencoba untuk tetap positif dan itu berhasil dengan baik," ucap Heo Kwang Hee.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved