Kamis, 9 April 2026

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, Warga Indonesia Bisa Umrah, Harus Jalani Karantina 14 Hari

Headline Tribun Jabar, hari ini, menyajikan kabar mengenai bolehnya warga Indonesia berumrah.

Editor: Januar Pribadi Hamel
AFP
Pelaksanaan tawaf dalam ibadah haji tahun ini. 

Headline Tribun Jabar, hari ini, menyajikan kabar mengenai bolehnya warga Indonesia berumrah.

Ikuti headline Tribun Jabar selengkapnya di bawah ini.

JAKARTA, TRIBUN - Pemerintah Arab Saudi mulai mengizinkan jemaah internasional untuk melaksanakan umrah mulai 10 Agustus, bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H.

Langkah itu diambil pemerintah Arab Saudi setelah ibadah haji khusus bagi jemaah lokal rampung dilaksanakan.

”Masjid Raya siap menerima jemaah umrah," kata Wakil Kepala Urusan Masjidil Haram, Saad bin Muhammad al-Muhaimid seperti dikutip Daily Star.

Media lokal, Haramain Sharifain, melaporkan, Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi akan mengizinkan semua negara membuka penerbangan langsung ke Arab Saudi khusus jemaah umrah kecuali 9 negara yang sebelumnya memang dilarang masuk ke Arab Saudi, yakni Indonesia, India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Libanon.

Namun demikian, itu tak lantas berarti bahwa warga dari kesembilan negara yang belum diizinkan melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi tak bisa melaksanakan umrah pada tahun ini. Para calon jemaah umrah dari kesembilan negara itu tetap dapat melaksanakan ibadah umrahnya pada tahun ini. Namun dengan syarat mereka harus transit terlebih tetap bisa umrah dengan syarat harus menjalani karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Arab Saudi.

"Boleh ke Arab Saudi kalau mau dikarantina di negara lain dulu, yang enggak di-banned selama 14 hari," ujar Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) Zaky Zakaria dalam keterangannya, Senin (26/7).

Zaky mengaku belum mendapat informasi, kapan Arab Saudi bisa kembali menerima jemaah Indonesia masuk wilayahnya secara langsung. Namun, ia memperkirakan itu akan terjadi jika vaksinasi sudah mencapai 70 persen dan kondisi pandemi sudah membaik.

"Bisa saja mereka menerima jemaah umrah Indonesia yang sudah vaksin. Kita berdoa saja semoga kondisi pandemi berakhir dan kita bisa kembali umrah dan haji. Semoga ada keajaiban," kata Zaky seraya menerangkan bahwa hampir 500 perusahaan jasa travel melakukan persiapan menerima jemaah haji dari luar Arab Saudi.

Hal senada dikatakan Sekertaris Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji Jawa Barat (FKS Patuh Jabar), Wildan. Ia mengatakan, Indonesia kemungkinan diizinkan melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi jika tingkat kasus Covid sudah menurun.

"Saat ini vaksin di Indonesia belum mencapai 70 persen. Oleh karena itu FKS akan bantu untuk sosialisasi vaksin," ujarnya.

Meski Indonesia masih masuk dalam sembilan negara yang belum bisa melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Falah, H Rendi Rinaldi Ramdani, mengaku gembira dengan dibukanya kembali umrah bagi negara di luar Arab Saudi. Namun demikian, kata Rendi, sebelum memutuskan untuk memberangkatkan jemaah, mereka akan lebih dahulu menunggu keputusan Kementerian Agama terkait hal itu.

"Jemaah Indonesia tetap menunggu keputusan terbaik dari pemerintah RI melalui Kemenag RI mengenai kapan dan bagaimana regulasinya," ujar Rendi saat dihubungi Tribun melalui telepon, kemarin.

Jika memang jemaah akan mulai diberangkatkan, kata Rendi, hal utama yang harus diperhatikan tentu adalah keselamatan dan kesehatan jemaah. Apalagi mengingat penyebaran Covid di Indonesia masih tinggi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved