CATAT, Akan Ada Pembangunan Underpass, Berijkut Jalan-jalan yang Direkayasa di Cimahi,
Adanya pembangunan underpass sriwijaya membuat sejumlah ruas jalan harus direkayasa agar masyarakat masih bisa beraktivitas
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Pembangunan underpass yang menghubungkan Jalan RS Dustira dengan Jalan Sriwijaya di Kota Cimahi akhirnya terealisasi. Hal ini terlihat dari mulai dibangunnya pengerjaan penutupan jalan di Jalan Dustira-Warung Contong menuju Jalan Sriwijaya dan pemasangan dinding pemisah jalan di Jalan Sriwijaya yang akan menjadi pusat pembangunan underpass, Senin (26/07/2021).
Dalam wawancara belum lama ini dengan Tribun Jabar, Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebutkan bahwa proyek pembangunan underpass Dustira-Sriwijaya ini sebenarnya sudah direncanakan dalam waktu yang lama.
"Sebelumnya, rencana pembangunan underpass ini sempat beberapa kali gagal terealisasi. Termasuk tahun lalu, dimana anggaran bantuan yang sudah tersedia malah terkena refocusing untuk penanganan Covid-19," ujar Ngatiyana.
Baca juga: Cimahi dan Bandung Barat Sebenarnya Masuk PPKM Level 3, Tapi Harus Tetap Terapkan Level 4, Mengapa?
Menurut Ngatiyana, pagu anggaran untuk pembangunan proyek tersebut mencapai Rp101 miliar yang merupakan bantuan dari Pemprov Jabar dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Underpass Sriwijaya dibangun tepat di bawah perlintasan kereta api yang menghubungkan Jalan Dustira dengan Jalan Sriwijaya.
Underpass ini akan memiliki panjang mencapai 850 meter dan lebar 9 meter.
"Keberadaan underpass tersebut diharapkan menjadi solusi kemacetan yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Sehingga selain bisa mengurangi kemacetan, arus lalu lintas kereta juga jadi tidak terkendala," katanya.
Pembangunan underpass ini secara otomatis membuat jalan Dustira dan Sriwijaya mengalami penutupan.
Hal ini membuat sejumlah ruas jalan harus direkayasa agar masyarakat masih bisa beraktivitas sebagaimana biasa di tengah penutupan jalan di area strategis ini.
Sejumlah jalan yang direkayasan diantaranya adalah pengalihan arus secara kontraflow di Jalan Dustira, dimana sebelumnya arus dari arah Jalan Urip Sumohardjo menuju Dustira dan Sriwijaya belok kiri, maka sekarang tidak diperbolehkan.
Baca juga: Percepat Vaksinasi dan Herd Immunity, Program Serbuan Vaksin Covid-19 Sasar Warga Cimahi
Kendaraan menuju Cimahi tengah dari arah ini harus belok ke kanan kemudian belok kiri ke Jalan Baros (yang sebelumnya belok kiri ini pun tidak diperbolehkan) atau memilih ke kanan ke arah Leuwigajah.
Sementara itu, jika satu ruas jalan di Jalan Sriwijaya, tepatnya arus sebelah kiri dari arah Dustira, saat ini ditutup total, maka arus sebelah kanan dari arah Gatot Subroto tetap masih bisa dilalui kendaraan umum dan angkutan umum unutk kemudian mengarah ke Jalan Station (Stasiun KA Cimahi).
Namun dari Stasiun KA ini, kendaraan tidak bisa lurus langsung ke arah Gartot Subroto-Baros dan harus belok ke kiri karena ada arus kendaraan dari arah Gatot Subroto yang sebelumnya tidak diperbolehkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/suasana-kepadatan-di-fly-over-cimindi-kota-cimahi-selasa-672021.jpg)