Jumat, 24 April 2026

BIKIN PPKM di Indonesia Dua Kali Diperpanjang, Ini Penjelasan Corona Varian Delta Mudah Menular

Virus corona varian delta membuat seluruh negara di dunia bersiaga. Termasuk di Indonesia yang sedang disibukkan dengan langkah menekan penyebarannya.

Editor: Giri
freepik
Ilustrasi virus corona - Virus corona varian delta membuat seluruh negara di dunia bersiaga. Termasuk di Indonesia yang sedang disibukkan dengan langkah-langkah menekan penyebarannya.  

TRIBUNJABAR.ID - Virus corona varian delta membuat seluruh negara di dunia bersiaga. Termasuk di Indonesia yang sedang disibukkan dengan langkah-langkah menekan penyebarannya. 

Virus SARS-CoV-2 varian delta yang dari hasil penelitian sangat cepat menular. 

Dikutip dari Financial Times hingga 18 Juli 2021, varian delta menyumbang 95 persen kasus Covid-19 di Afrika Selatan.

Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan lebih dari 95 persen kasus Covid-19 di Indonesia yang terbaru adalah varian delta.

Temuan ini berdasar penelitian yang dilakukan laboratorium Bio Safety Level (BSL) 3 LIPI dengan melakukan pengambilan sampel selama delapan hari terhitung pada 10-18 Juni 2021.

Ketua Tim Pengurutan Genom Menyeluruh (Whole Genom Sequencing/WGS) SARS-CoV-2 LIPI, Sugiyono Saputra, membenarkan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia disebabkan oleh varian delta.

"Berdasarkan data yang ada, terbukti bahwa lonjakan kasus yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh paparan virus SARS-CoV-2 varian delta," ujar Sugiyono dikutip dari Antara, Sabtu (17/7/2021).

"Jika dilihat dari data GISAID yaitu data genom SARS-CoV-2 yang berhasil di-sequencing dan diidentifikasi selama tiga pekan terakhir, lebih dari 95 persen merupakan varian delta dan sisanya adalah varian alfa dan varian lokal Indonesia," jelas Sugiyono.

Baca juga: Anggota DPRD Berurusan dengan Polisi, Nekat Gelar Resepsi Pernikahan Anak Meski Masih Status PPKM

Lantas, mengapa varian delta bisa menyebar begitu cepat?

Untuk mengatahui alasan itu, ahli epidemiologi Jing Lu di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Provinsi Gungdong, Cina, melacak 62 orang yang dikarantina setelah terpapar Covid-19 dan beberapa orang pertama di Cina yang terinfeksi varian delta.

Tim menguji 'viral load' peserta penelitian setiap hari selama infeksi untuk melihat bagaimana perubahannya dari waktu ke waktu, seperti dikutip dari Nature.

Para peneliti kemudian membandingkan pola infeksi peserta dengan 63 orang yang tertular virus SARS-CoV-2 asli pada tahun 2020.

Hasilnya, mereka melaporkan, virus pertama kali terdeteksi pada orang dengan varian delta empat hari setelah terpapar, dibandingkan dengan rata-rata enam hari di antara orang dengan jenis asli.

Hal ini menunjukkan, varian delta bereplikasi lebih cepat.

Orang yang terinfeksi varian delta juga memiliki viral load hingga 1.260 kali lebih tinggi daripada orang yang terinfeksi Covid-19 dengan jenis aslinya.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved