Breaking News:

Curhat Warga Soal PPKM Darurat ke Bupati Subang: Jangan Samakan Subang dengan Jakarta dan Bandung

Sejumlah komunitas ojek online dan aliansi masyarakat Subang mengeluhkan terkait pengalihan lalu lintas di pusat kota Subang selama PPKM Darurat.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Mega Nugraha

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Sejumlah komunitas ojek online dan aliansi masyarakat Subang mengeluhkan terkait pengalihan lalu lintas di pusat kota Subang selama PPKM Darurat.

Perwakilan Aliansi Masyarakat Subang Megi Akbar Setiawan mengatakan, pemberlakuan PPKM Darurat di Subang semestinya disesuaikan dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Subang.

"Karena Subang punya persoalannya sendiri, tidak bisa disamakan dengan Jakarta, Bandung, Purwakarta, atau Karawang, rancang dong kebijakan yang sesuai dengan kondisi di Subang," ujar Megi kepada awak media usai audiensi di rumah dinas Bupati Subang, Minggu (25/7/2021).

Ia juga mengeluhkan perubahan rute lalu lintas atau penyekatan jalan selama PPKM Darurat yang menurutnya cukup menyulitkan masyarakat terutama mereka yang berprofesi sebagai ojek online.

Baca juga: Kisah Remaja Sumedang Jadi Importir, Jatuh Awal Pandemi, Kini Bangkit Olah Kayu Bekas jadi Furniture

"Soal penutupan beberapa ruas jalan di Subang juga kami bersama teman-teman ojek online sudah disampaikan tadi, kata pak Bupati Subang akan segera berkoordinasi dengan Forkopimda," kata dia.

Terpisah, Bupati Subang Ruhimat mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi langkah yang diambil Aliansi Masyarakat Subang yang memilih melakukan audiensi dibanding melakukan aksi unjuk rasa.

"Saya meminta waktu tiga hari ke depan, mengantisipasi perpanjangan kembali PPKM Level 4. Jika nanti kemungkinan PPKM diperpanjang, kami akan mengajak perwakilan dan tokoh masyarakat Subang untuk berdiskusi menyusun aturan," ujar Ruhimat.

Ia berharap langkah yang diambil ke depan bisa memudahkan serta mengurangi beban yang dirasakan masyarakat akibat diberlakukannya PPKM.

“Saya mohon maaf sekali, saya juga sangab apresisasi teman-teman yang sudah audiensi. Kami pemerintah daerah juga merasakan apa yang dirasakan teman-teman umunya masyarakat Subang. Namun bagaimanapun tetap kita minta waktu menunggu keputusan dari pemerintah pusat," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved