Saat Pandemi Mengganas, Jangan Simpan Sendiri Rahasia Keuangan Keluarga, Ternyata Ini Alasannya
Setiap rumah tangga sebaiknya siap mengantisipasi keadaan yang terburuk di tengah pandemi
Demikian pula halnya dengan harta, menurutnya, buatlah catatan dan kumpulkan beragam dokumen yang menjadi bukti kepemilikan aset rumah tangga.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, BJB Syariah Gelar Webinar Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)
Seluruh bukti kepemilikan investasi di reksa dana/saham/obligasi, polis asuransi, buku tabungan, sertifikat deposito, sertifikat rumah/tanah, bukti kepemilikan kendaraan, emas, crypto currency, dan lain sebagainya sebaiknya disimpan dalam satu folder khusus.
Catatan PIN untuk ATM, mobile banking, e-mail, hand phone, online platform investasi, safe deposit box, dan lain sebagainya milik suami dan istri sebaiknya disimpan secara khusus dan diketahui tempat penyimpanannya oleh masing-masing pihak.
Jangan sampai harta yang sudah disimpan tidak bisa diakses oleh pasangan dan anak jika diperlukan karena dirahasiakan sendiri.
Kesetaraan dalam rumah tangga
Legowo Kusumonegoro, Penasihat untuk Wealth and Asset Management Indonesia (WAM Indonesia) mengatakan, catatan keuangan berupa pemasukan dan pengeluaran rutin menjadi semakin penting di saat pandemi semakin mengganas.
Di saat seperti ini, baik suami maupun istri harus tahu cara mengelola keuangan rumah tangga.
"Suami/istri yang lebih paham dan biasa mengelola keuangan rumah tangga harus mau membantu pasangannya untuk mengejar ketinggalannya, agar keduanya bisa mengelola keuangan rumah tangga dengan baik," katanya.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan dengan Keuangan Terkendali Bersama FIFGROUP
Peran suami dan istri harus disejajarkan, agar siap dan bisa mengelola keuangan jika salah satu pihak harus menjalani perawatan intensif atau meninggal dunia.
Berbagai risiko ini harus dibahas bersama, jangan malah dihindari dengan alasan tabu, termasuk diskusi mengenai alternatif mata pencaharian baru jika kehilangan pencari nafkah.
Tidak butuh waktu lama untuk melakukan pendataan beban utang dan harta rumah tangga, tetapi dibutuhkan niat untuk mulai terbuka tentang masalah keuangan dengan pasangan dan anak-anak.
Keterbukaan ini akan membawa manfaat terutama di saat darurat seperti di tengah pandemi yang mengganas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tips-menghemat-keuangan.jpg)