Breaking News:

PPKM Terasa Berat, Pendapatan Pedagang di Palabuhanratu Ini Merosot Hanya Dapat Rp 5.000 Sehari

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat membuat pendapatan salah satu pedagang di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, merosot hingga 85 persen

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/M RIZAL JALALUDIN
Deri Galih Saputra, penjual tahu gejrot di Palabuhanratu, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat pendapatan penjual tahu gejrot di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merosot.

Penjual tahu gejrot, Deri Galih Saputra (25) mengatakan, pendapatannya selama PPKM ini menurun 85 persen. Biasanya sebelum PPKM pendapatannya Rp 150 hingga Rp 200 ribu. Saat PPKM, ia mengaku pernah berpendapatan Rp 5.000 sehari.

"Merosot 85 persen, sebelum PPKM itu bisa dapat 150, 200, selama PPKM saya pernah dapat 5 ribu, selama PPKM itu mau satu bulan ya saya belum pernah dapat 100 ribu, bukan ngilangin rezeki tapi kenyataannya kaya gitu. Selama PPKM saya buka nyoba dari siang, kalau biasanya buka asar jam 4," kata Deri, Rabu (21/7/2021) malam.

Ia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sosial Covid-19. Ia juga pernah mendaftar bansos UMKKM, namun belum pernah dapat.

"Alhamdulillah selama corona ini sudah sekitar 2 tahun belum pernah dapat. UMKM belum pernah, pernah udah daftar karena ditawarin, tapi gak dapat," ucapnya.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Jam Buka Pedagang Diperlonggar, Pedagang di Palabuhanratu Mengaku Sedikit Lega

Ia berharap ada kelonggaran dari Pemerintah terkait jam buka bagi pedagang. Walaupun saat ini sudah dilonggarkan sampai pukul 21.00 WIB.

"Kalau bisa sih corona keinginan semua masyarakat gak ada, cuma saya sih lebih kepengen kebijakannya lebih di longgarin lagi lah, karena kan para pedagang itu kita tidak melihat di luaran itu banyak virusnya ada atau tidak ada, tetap kita kan mencari nafkah dari jualan," katanya.

"Kalau kita sih aturannya lebih di longgarin lagi, kaya PPKM lebih bebas lagi waktunya bisa lebih lama, udah gitu nutup jalannya gak terlalu diperketat banget karena orang pada takut, yang mau ke sini pada takut," ucap Deri. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved